Sidoarjo, pojokkasus.com – Kolaborasi Pemkab Sidoarjo dan BNPB menanganan banjir di wilayah Sidoarjo kini mendapat dukungan kuat dari pemerintah pusat pada Senin (4/5/2026), Bupati Sidoarjo Subandi melakukan audiensi dengan Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto di Jakarta Timur untuk membahas solusi menyeluruh terhadap masalah udara yang terjadi setiap tahun, terutama di Desa Kedungbanteng (Tanggulangin) dan Desa Kedungpeluk (Candi).
Sidoarjo sebagai daerah delta yang terletak di pertemuan aliran sungai dan laut memiliki kondisi geografis yang rentan terhadap udara tergenang. Menurut Subandi, penanganan masalah ini tidak bisa dilakukan secara mandiri oleh pemerintah daerah, apalagi di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Oleh karena itu, dukungan dari lembaga pusat sangat diperlukan agar solusi yang dihasilkan dapat maksimal dan berkelanjutan.
“Karena di Desa Kedung Banteng, Kecamatan Tanggulangin, ini agenda banjir tahunan. Maka solusi ini harus kita selesaikan bersama antara BNPB, provinsi, dan daerah,” tegas Subandi.
Dalam pertemuan tersebut, pihak Pemkab juga memaparkan berbagai upaya yang telah dilakukan, seperti normalisasi sungai dan optimalisasi rumah pompa. Namun, upaya tersebut dinilai masih perlu diperkuat. Oleh karena itu, disediakan anggaran kebutuhan sebesar Rp209,5 miliar yang akan digunakan untuk berbagai program prioritas, antara lain normalisasi Sungai Bagebug, perbaikan dan penambahan pompa air, serta peningkatan kapasitas saluran drainase.

“Dengan adanya efisiensi anggaran, kami harus mencari dukungan dari BNPB agar permasalahan banjir ini bisa segera tertangani,” ucapnya.
Pemutihan Pajak Sidoarjo Dimulai, Bebas Denda hingga Oktober
Kepala Pelaksana BPBD Sidoarjo Sabino Mariano menambahkan bahwa kegagalan telah menyampaikan kondisi teknis di lapangan secara detail, mulai dari kapasitas saluran yang kurang memadai hingga kebutuhan perbaikan infrastruktur. “Kami diminta menyampaikan secara detail permasalahan yang ada, mulai dari kapasitas saluran yang tidak mencukupi, kondisi pompa yang perlu ditingkatkan, hingga wilayah-wilayah yang menjadi langganan banjir,” kata Sabino.
Sementara itu, Kepala Dinas PUBMSDA Mochammad Mahmud menjelaskan bahwa strategi penanganan akan terfokus pada peningkatan infrastruktur operator udara agar aliran udara bisa berjalan lebih lancar.
Audiensi ini mendapat respon positif dari BNPB, yang siap memberikan dukungan berupa bantuan dan solusi teknis. Untuk memastikan kelancaran proses lanjutan, Kalaksa BPBD Sidoarjo diminta tetap berada di Jakarta untuk mendalami lebih lanjut langkah-langkah yang akan diterapkan.
Kolaborasi antara Pemkab Sidoarjo dan BNPB menjadi langkah strategis dalam mengatasi masalah banjir tahunan yang sudah lama meresahkan masyarakat. Dengan dukungan anggaran dan solusi teknis yang terarah, diharapkan permasalahan lingkungan hidup dapat segera teratasi dan memberikan kenyamanan bagi warga. (T7/Baik)







