Prajurit TNI Adaptif Profesional Ditekankan Panglima TNI

Surabaya,pojokkasus.com–Prajurit TNI Adaptif profesional kembali ditegaskan sebagai kunci utama menghadapi dinamika lingkungan strategis yang terus berubah.

Penekanan ini disampaikan dalam upacara bendera hari Senin di Lapangan Makorem 084/Bhaskara Jaya, Surabaya, Senin (20/04/2026), yang dipimpin Kepala Staf Korem (Kasrem) 084/BJ Kolonel Inf Nico Reza H. Dipura.

Dalam upacara tersebut, Kasrem bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) dan membacakan amanat tertulis Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.

Amanat itu menegaskan bahwa setiap prajurit wajib menjadi pionir dalam membangun institusi TNI yang profesional, responsif, integratif, modern, dan adaptif.

Panglima TNI melalui amanatnya menekankan pentingnya peningkatan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai fondasi utama dalam pelaksanaan tugas.

Prajurit TNI Adaptif
Prajurit TNI adaptif profesional jadi fokus Panglima TNI dalam upacara di Surabaya. Kasrem 084/BJ tekankan disiplin, kewaspadaan, dan anti-hoaks.

Selain itu, prajurit diminta memegang teguh nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, serta 8 Wajib TNI sebagai pedoman moral dan etika dalam setiap tindakan.

“Prajurit harus meningkatkan kehati-hatian dan ketelitian dalam bertindak, selalu taat hukum, serta menjaga kehormatan TNI di mana pun bertugas,” tegas Kasrem saat membacakan amanat tersebut.

Lebih lanjut, Panglima TNI juga menginstruksikan seluruh prajurit untuk aktif memantau perkembangan situasi strategis, baik global, regional, maupun nasional.

Langkah ini dinilai krusial guna meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi ancaman yang dapat memengaruhi stabilitas keamanan di wilayah tugas masing-masing.

Dalam konteks perkembangan informasi digital yang sangat cepat, prajurit juga diingatkan agar tidak mudah terpengaruh oleh arus informasi yang belum terverifikasi.

Sikap kritis dan bijak dalam menyaring informasi, khususnya dari media sosial, menjadi hal yang wajib dimiliki guna menghindari penyebaran hoaks.

Kasrem menegaskan bahwa profesionalisme prajurit tidak hanya diukur dari kemampuan fisik dan teknis, tetapi juga dari kekuatan mental dan integritas dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Progres Jembatan Garuda Dipantau Ketat Danrem Surabaya

Prajurit TNI dituntut menjadi contoh positif di tengah masyarakat, baik dalam sikap, perilaku, maupun dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Upacara bendera rutin ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh prajurit dalam menjalankan tugas negara secara optimal.

Dengan menanamkan nilai-nilai adaptif, profesional, dan berintegritas, TNI diharapkan mampu terus menjaga kepercayaan publik serta menghadapi berbagai dinamika ancaman secara efektif.

Writer: @NitEditor: @Redaksi Pojokkasus
IMG-20260327-WA0038