Warga RT 24 RW 12 Pasuruan Gotong Royong Bersihkan Sungai Tersumbat

Pasuruan, Pojokkasus.com, – Semangat kebersamaan ditunjukkan oleh warga RT 24 RW 12, Desa Wrati, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan.

Pada Kamis pagi (23/04/2026), puluhan warga turun ke sungai untuk melakukan kerja bakti membersihkan tumpukan material banjir lahar yang menyumbat aliran air.

Dampak Banjir Lahar di Kejayan

Banjir lahar yang terjadi sebelumnya menyisakan duka sekaligus kekhawatiran bagi warga.

Bahan berupa “barongan” atau rumpun bambu yang hayut terbawa arus, tersangkut tepat di aliran sungai yang melintasi pemukiman padat penduduk.

Tumpukan bambu yang sangat besar ini sempat mengakibatkan air sungai meluap hingga masuk ke area rumah warga, karena aliran udara yang tersumbat total.

Tumpukan bambu yang menutupi aliran sungai mengancam lingkungan sekitar.

Tanpa penanganan segera, akan terjadi banjir susulan yang lebih parah, merusak rumah dan infrastruktur yang ada.

Oleh karena itu, warga sekitar segera bergotong royong untuk membersihkan tumpukan material tersebut.

Gotong Royong Warga untuk Keamanan Lingkungan

Dikomandoi langsung oleh Bapak Yanto selaku Ketua RT setempat, warga bahu-membahu menggunakan alat seadanya seperti parang, gergaji, dan pengait bambu untuk mengurai satu per satu batang bambu yang saling melilit.

“Ini adalah upaya swadaya kami agar air kembali lancar. Jika tidak segera dibersihkan, kami khawatir ada banjir susulan yang akan berdampak lebih parah ke rumah-rumah warga karena air otomatis meluap ke atas kalau terhambatnya barongan bambu ini,” ujar Pak Yanto di sela-sela kegiatan.

Kerja bakti ini dilakukan dengan penuh antusiasme, meski material yang harus dibersihkan cukup berat dan banyak.

Warga tetap bersemangat demi keamanan lingkungan mereka dan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

Selain itu, kegiatan ini juga menggambarkan kepedulian dan solidaritas warga yang saling membantu dalam situasi sulit.

Obat Keras Ilegal Ngawi Dibongkar Polisi, Pelaku Dibekuk

Aliran Sungai Kembali Normal

Kini, aliran sungai menjanjikan-angsur mulai kembali normal seiring dengan terurainya tumpukan sampah bambu tersebut.

Proses pembersihan yang dilakukan warga setempat memberikan dampak positif yang langsung dirasakan oleh masyarakat sekitar.

Meskipun demikian, mereka berharap ada perhatian lebih lanjut dari pemerintah terkait normalisasi sungai di wilayah tersebut agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap musim hujan tiba.

Melihat besarnya kerugian dan potensi bahaya yang dapat ditimbulkan oleh banjir lahar, warga berharap ada program normalisasi sungai yang lebih terencana dan permanen.

Upaya ini tidak hanya menjaga kelancaran aliran udara, tetapi juga mencegah terjadinya bencana yang lebih besar di masa depan.

Kegiatan gotong royong ini menjadi contoh nyata betapa pentingnya kebersamaan dalam menghadapi bencana alam, serta perlunya perhatian pemerintah dalam mengelola infrastruktur yang ada demi melindungi warga.@Fandi

Writer: @NitEditor: @Redaksi Pojokkasus
IMG-20260327-WA0038