Asyiknya Belajar di Alam Terbuka, Kampung Lali Gadget Jadi Rujukan ODL Sidoarjo

Sidoarjo, pojokkasus.com – Asyiknya belajar di alam terbuka Wahana ODL di Kampung Lali Gadget kini menjadi alternatif menarik untuk kegiatan anti gadget bagi anak-anak di Sidoarjo. Senin (4/5/2026),

Wakil Bupati Mimik Idayana melakukan kunjungan kerja ke lokasi ini untuk meninjau langsung kegiatan yang berlangsung serta memberikan dukungan penuh terhadap program yang digagas masyarakat setempat.

Di tengah maraknya penggunaan perangkat digital pada anak, Kampung Lali Gadget hadir menawarkan pengalaman berbeda: belajar sambil bermain di alam terbuka dengan berbagai permainan tradisional yang mulai terlupakan.

Mulai dari gobak sodor, bakiak panjang, dakon, hingga kegiatan eksplorasi lingkungan, semua dirancang untuk melatih motorik, kreativitas, dan interaksi sosial tanpa bantuan layar elektronik.

Asyiknya belajar di alam
Kampung Lali Gadget di Wonoayu jadi destinasi favorit belajar luar kelas. Anak-anak main dakon, egrang & eksplor alam tanpa HP. Wabup dorong pengembangan lebih lanjut. Baca beritanya!

“Tawa riang anak-anak menggambarkan suasana belajar yang hidup, aktif, dan jauh dari ketergantungan gadget. Permainan seperti ini melatih fisik, membangun kerja sama, dan mengenalkan kearifan lokal,” ungkap Mimik saat meninjau kegiatan.

Pemutihan Pajak Sidoarjo Dimulai, Bebas Denda hingga Oktober
https://www.facebook.com/pojok.kasuscom

Ia menegaskan bahwa Pemkab Sidoarjo akan terus mendorong pengembangan tempat seperti ini, bahkan mendorong agar konsep serupa bisa diterapkan di berbagai wilayah dengan menyesuaikan potensi lokal. “Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak sekolah sangat penting agar program ini bisa berkelanjutan dan bermanfaat maksimal,” tambahnya.

Menurut Netti Lastiningsih, Sekdis Pendidikan dan Kebudayaan, keberadaan wahana ini sangat mendukung kurikulum yang mengutamakan pembelajaran bermakna. “Anak-anak belajar lebih mudah dan menyenangkan ketika terlibat langsung, bukan hanya mendengar teori. Ini bisa menjadi model yang bagus untuk diterapkan di sekolah-sekolah,” jelasnya.

Achmad Irfandi, pendiri Kampung Lali Gadget, berharap dukungan ini bisa membuat tempat ini semakin berkembang dan menjangkau lebih banyak anak. “Kami ingin anak-anak tahu bahwa dunia bermain itu luas dan seru, tidak hanya di dalam layar,” katanya.

Salah satu siswa yang ikut kegiatan, Anindiya (5), pun mengaku sangat senang. “Suka main bakiak panjang, bisa jalan bareng teman-teman,” katanya dengan wajah ceria.

Kampung Lali Gadget membuktikan bahwa kembali ke cara belajar tradisional bisa menjadi solusi efektif di era digital. Dengan menggabungkan unsur edukasi, budaya, dan alam, tempat ini tidak hanya memberikan pengalaman menyenangkan tapi juga membentuk generasi yang sehat secara fisik dan emosional. Dukungan dari berbagai pihak menjadi kunci agar inisiatif positif ini terus berkembang dan memberi dampak luas bagi masyarakat. (T7/Baik)

IMG-20260327-WA0038