Sampang,pojokkasus.com — Rencana pembangunan Brigif Teritorial Pembangunan (BTP) di Desa Nyeloh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, mulai menjadi perhatian publik.
Sabtu (09/05/2026), Komandan Korem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir turun langsung meninjau lokasi pembangunan Brigif BTP Sampang yang digadang-gadang mampu mengubah wajah wilayah selatan Madura tersebut.
Kedatangan Danrem bersama rombongan disambut antusias warga. Mereka berharap proyek Brigif BTP Sampang tidak hanya memperkuat pertahanan wilayah, tetapi juga membawa dampak nyata bagi ekonomi dan pembangunan desa yang selama ini dinilai masih tertinggal.
Tinjau Lokasi hingga Helipad
Kunjungan kerja diawali di Makodim 0828/Sampang. Brigjen TNI Kohir disambut Dandim 0828/Sampang Letkol Czi Dika Catur Yanuar Anwar sebelum bergerak menuju Dusun Taroman, lokasi yang direncanakan menjadi pusat pembangunan Brigif BTP Sampang.
Di lokasi, Danrem meninjau kondisi medan, akses jalan, hingga titik yang diproyeksikan sebagai helipad pendukung operasional satuan.

Peninjauan dilakukan detail untuk memastikan kesiapan lahan dan infrastruktur penunjang.
“Keberadaan BTP nantinya diharapkan memberi manfaat luas bagi masyarakat, baik melalui pembangunan infrastruktur, peningkatan ekonomi warga, hingga pendampingan di bidang pertanian, peternakan, dan penanggulangan bencana,” tegas Brigjen TNI Kohir.
Harapan Besar Warga Desa Nyeloh
Rencana pembangunan Brigif BTP Sampang langsung memunculkan optimisme warga Desa Nyeloh.
Selama ini, sebagian akses wilayah masih membutuhkan perhatian serius, terutama jalan dan fasilitas penunjang ekonomi masyarakat.
Warga berharap keberadaan Brigif BTP Sampang mampu membuka konektivitas baru, mempercepat pertumbuhan usaha kecil, hingga meningkatkan nilai ekonomi kawasan sekitar.
“Kalau pembangunan ini benar berjalan maksimal, kami yakin desa akan lebih maju dan akses masyarakat bisa lebih baik,” ujar salah satu warga setempat.
Koordinasi Jadi Sorotan
Dalam peninjauan itu, Brigjen TNI Kohir juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor.
Ia meminta seluruh pihak terkait, termasuk pemerintah daerah dan Perhutani, terus memperkuat sinergi agar pembangunan Brigif BTP Sampang berjalan lancar tanpa mengabaikan aspek lingkungan.
Menurutnya, kesiapan teknis dan dukungan seluruh elemen menjadi faktor penting agar proyek strategis tersebut tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
Kegiatan berlangsung aman dan kondusif dengan melibatkan unsur TNI, Polri, Perhutani, serta perangkat desa setempat.
Setelah meninjau lokasi Brigif BTP Sampang, rombongan Danrem melanjutkan agenda kerja menuju Kabupaten Pamekasan.
Pembangunan Brigif BTP Sampang kini bukan sekadar proyek militer biasa. Di mata warga, proyek ini menjadi simbol harapan baru bagi percepatan pembangunan dan kebangkitan ekonomi desa di wilayah Madura.







