Sidoarjo,pojokkasus.com—Menyerap aspirasi warga Desa Kebaron, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, GP Ansor Ranting Kebaron menggelar diskusi bertajuk “Ruang Kebersamaan” pada Sabtu malam (9/5/2026).
Kegiatan yang dihadiri Wakil Bupati Sidoarjo Hj Mimik Idayana bersama H Rahmat Muhajirin itu mendadak menjadi sorotan setelah warga secara terbuka mengeluhkan tingginya pengangguran pemuda dan minimnya bantuan alat pertanian.
Persoalan pengangguran pemuda Sidoarjo menjadi isu paling kuat dalam dialog tersebut.
Pengangguran Pemuda Jadi Sorotan Warga
Diskusi berlangsung hangat sejak awal. Berbagai penampilan seni dan kreativitas pemuda Desa Kebaron membuka acara yang dipenuhi tokoh masyarakat dan warga setempat.

Namun suasana berubah serius ketika seorang warga bernama Eva menyampaikan keresahannya terkait pengangguran pemuda yang dinilai masih tinggi di wilayahnya.
“Bu Wabup, yang ingin saya tanyakan kapan pemerintah bisa mengentaskan pengangguran pemuda? Padahal Sidoarjo ini kota industri dan UMKM,” tanya Eva di hadapan forum.
Pertanyaan itu langsung menyita perhatian peserta diskusi.
Banyak warga menilai kondisi tersebut menjadi ironi karena Kabupaten Sidoarjo dikenal sebagai kawasan industri besar dengan pertumbuhan UMKM yang pesat.
Dugaan Mafia Pertalite di SPBU Bunut Tuban Meresahkan Warga
Menanggapi keluhan itu, Wakil Bupati Sidoarjo Hj Mimik Idayana menegaskan pemerintah daerah terus berupaya menekan angka pengangguran pemuda Sidoarjo melalui pelatihan kerja dan perluasan lapangan pekerjaan.
“Kami terus mengupayakan agar angka pengangguran bisa diminimalisir. Mohon masyarakat bersabar karena semua sedang berproses,” ujar Mimik.
Petani Kebaron Keluhkan Bantuan Alsintan

Selain isu pengangguran pemuda Sidoarjo, sektor pertanian juga menjadi perhatian warga. Suwandi (55), perwakilan petani Desa Kebaron, mengaku kelompok tani di desanya belum mendapatkan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan).
“Kami dari perwakilan petani Desa Kebaron berharap ada perhatian terkait bantuan Alsintan, karena sampai sekarang belum ada bantuan yang kami terima,” katanya.
Pernyataan itu langsung ditanggapi Wabup Mimik dengan nada heran.
Ia menyebut Pemkab Sidoarjo sebenarnya telah menyalurkan ratusan Alsintan ke sejumlah desa pada tahun 2025 lalu.
“Lho, kok Kebaron ketinggalan? Padahal tahun 2025 kemarin saya sendiri yang menyerahkan Alsintan ke beberapa desa,” ucapnya.
Rahmat Muhajirin Singgung Masalah OPD
Menjelang akhir acara, Ketua Dewan Penasehat DPC Partai Gerindra Sidoarjo, H Rahmat Muhajirin, turut memberikan respons atas berbagai aspirasi warga.
Mantan anggota DPR RI Komisi II dan III periode 2019-2024 itu mengaku masih memiliki komunikasi kuat dengan pemerintah pusat sehingga berbagai bantuan untuk Sidoarjo bisa diperjuangkan.
“Saya mantan anggota DPR RI, sehingga komunikasi dengan pusat masih sangat baik. Banyak bantuan dari pusat yang turun untuk Sidoarjo melalui lobi-lobi yang kami lakukan bersama Bu Wabup,” ujarnya.
Rahmat juga menyinggung masih adanya persoalan klasik di tubuh OPD yang perlu dibenahi agar pelayanan publik berjalan maksimal.
“Ke depan kami bersama Bu Wabup ingin membangun Sidoarjo menjadi lebih baik lagi,” tegasnya.
Dialog Terbuka Dinilai Jadi Ruang Aspirasi Rakyat
Kegiatan “Ruang Kebersamaan” dinilai menjadi ruang penting bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan secara langsung kepada pemerintah daerah.
Isu pengangguran pemuda Sidoarjo dan minimnya bantuan pertanian menunjukkan masih adanya persoalan mendasar yang menjadi perhatian warga.
Pemerintah daerah kini dituntut bergerak cepat agar aspirasi masyarakat tidak hanya berhenti dalam forum diskusi semata.







