Simpang Kejapanan Belum Difungsikan Demi Keselamatan Pengguna Jalan

PASURUAN, pojokkasus.com – Lampu merah di Simpang Empat Kejapanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, hingga kini belum difungsikan secara penuh meski fasilitas traffic light sudah terpasang oleh dishub.kab.pasuruan

Kebijakan tersebut diambil untuk menjaga kelancaran arus kendaraan sekaligus mengurangi potensi kecelakaan di jalur nasional Surabaya–Malang yang dikenal padat setiap hari.

Persimpangan Kejapanan merupakan salah satu titik lalu lintas tersibuk di wilayah Kabupaten Pasuruan. Volume kendaraan besar, mulai dari truk logistik, bus antarkota, hingga kendaraan pribadi, terus melintas hampir tanpa henti selama 24 jam.

Kondisi itu membuat pemerintah memilih menutup bukaan median jalan secara permanen guna mencegah antrean panjang dan konflik arus kendaraan.

Penutupan median dilakukan dengan pemasangan water barrier di tengah persimpangan. Kendaraan dari arah tertentu diarahkan untuk memutar melalui Bundaran Apollo atau jalur arteri yang telah disiapkan sebelumnya. Kebijakan tersebut dinilai lebih aman dibanding membuka akses penyeberangan langsung di simpang empat.

Fakta Video Viral Libatkan Polisi, Endingnya Tak Seseram Dugaan Publik.

Uji Coba Rekayasa Lalu Lintas Pernah Dilakukan

Pihak terkait sebenarnya pernah melakukan uji coba rekayasa lalu lintas di kawasan tersebut. Dalam skema itu, traffic light direncanakan beroperasi untuk mengatur kendaraan dari berbagai arah.

Namun, hasil evaluasi menunjukkan kapasitas jalan tidak mampu menampung tingginya volume kendaraan yang melintas setiap jam.

Arus kendaraan yang terlalu padat menyebabkan antrean cepat mengular ketika simulasi dilakukan. Situasi itu dikhawatirkan memicu kemacetan panjang hingga menghambat distribusi logistik di jalur utama penghubung Surabaya, Pasuruan, Malang, dan Mojokerto.

Karena pertimbangan tersebut, pengoperasian lampu merah akhirnya tidak direalisasikan. Pemerintah lebih memilih mempertahankan sistem penutupan median demi menjaga stabilitas arus kendaraan di jalur nasional tersebut.

Water Barrier Dibuka Pada Malam Hari

Meski penutupan median diberlakukan permanen pada siang hari, praktik berbeda justru terjadi saat malam. Berdasarkan informasi dari warga sekitar, water barrier di Simpang Empat Kejapanan kerap digeser oleh oknum sukarelawan pada malam hingga dini hari.

Aktivitas itu disebut berlangsung sekitar pukul 22.00 hingga 05.00 WIB. Saat pembatas jalan dibuka, kendaraan dari arah Surabaya menuju Mojokerto maupun dari Mojokerto menuju Malang dapat langsung melintas tanpa harus memutar melalui jalur resmi.

Praktik tersebut sudah menjadi rahasia umum di kalangan masyarakat sekitar. Beberapa pengendara memilih melintas melalui bukaan median karena dianggap lebih cepat dan menghemat waktu perjalanan, terutama saat kondisi lalu lintas malam hari relatif lengang.

Namun, kondisi itu juga memunculkan kekhawatiran baru terkait keselamatan pengguna jalan. Jalur nasional Surabaya–Malang tetap dilalui kendaraan berat dengan kecepatan tinggi pada malam hari.

Bukan median yang dibuka tanpa pengaturan resmi dinilai berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas jika tidak diawasi secara ketat.

Sejumlah warga berharap ada evaluasi dan pengawasan lebih serius dari pihak terkait agar kondisi di Simpang Empat Kejapanan tetap aman. Mereka menilai aturan yang sudah ditetapkan seharusnya diterapkan secara konsisten demi menghindari risiko kecelakaan maupun kemacetan mendadak.

Selain itu, masyarakat juga meminta adanya solusi jangka panjang untuk mengatasi kepadatan kendaraan di kawasan Gempol yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Infrastruktur pendukung dan rekayasa lalu lintas dinilai perlu disesuaikan dengan pertumbuhan arus kendaraan di jalur nasional tersebut.

Bongkar Proyek Rp1,5 T, Sita 47 Dokumen Bappeda, Ketua LSM GMBI Jatim apresiasi langkah tegas Kejari Nganjuk

Keberadaan lampu merah yang belum difungsikan penuh kini menjadi perhatian pengguna jalan. Di satu sisi, penutupan median dianggap efektif menjaga kelancaran arus kendaraan.

Namun di sisi lain, praktik pembukaan water barrier pada malam hari menunjukkan masih adanya kebutuhan akses langsung yang dirasakan masyarakat dan pengendara. (Ded/Tim)

IMG-20260327-WA0038