Surabaya,pojokkasus.com– Hari Jadi Kota Surabaya ke-733 berlangsung meriah dan khidmat di Halaman Balai Kota, Minggu (31/5/2026), dihadiri Danrem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir bersama jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat dan ribuan warga.
Suasana keakraban dan semangat persatuan sangat terasa dalam peringatan yang mengusung tema “Pancasila Kuat, Surabaya Hebat” ini, menjadi bukti nyata sinergitas kuat antar unsur bangsa demi kemajuan kota.
Acara dipimpin langsung Wakil Wali Kota Surabaya, Ir. Armuji, M.H. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kemajuan tidak boleh lepas dari nilai luhur Pancasila yang harus hidup dalam tindakan nyata sehari-hari.
“Pancasila bukan hanya dibaca saat upacara, tetapi harus terasa dalam pelayanan, keadilan, dan kebersamaan kita semua,” ujar Armuji.
Ia memaparkan berbagai langkah Pemkot: pelayanan kesehatan makin dekat, pendidikan merata, lapangan kerja terbuka, dukungan UMKM, hingga perhatian bagi warga kurang mampu.
Hasilnya, Indeks Pembangunan Manusia Surabaya kini mencapai 85,65, tertinggi se-Jawa Timur.
Kehadiran Danrem menjadi simbol persatuan TNI, Pemerintah, Polri dan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Pemkot juga menyerahkan piagam penghargaan kepada seluruh unsur Forkopimda sebagai apresiasi atas dedikasi menjaga keamanan, ketertiban, dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
Penghargaan ini menegaskan bahwa kemajuan Surabaya tak lepas dari kerja sama semua pihak yang saling menguatkan.
Brigjen TNI Kohir menyambut baik capaian tersebut dan berharap semangat ini terus dijaga. “Hari Jadi ini pengingat pentingnya sinergi.
TNI, Polri, Pemkot dan warga harus bahu-membahu menjaga kondusivitas wilayah dan keamanan setiap warga. Dengan kebersamaan, Surabaya akan terus menjadi kota yang aman, nyaman, maju, dan membanggakan kita semua,” tegas Danrem di sela acara.
Ia menambahkan, kehadiran TNI dalam kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk komitmen nyata untuk mendukung pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Sinergitas yang terjalin erat ini menjadi pondasi agar Surabaya tetap kokoh menghadapi dinamika zaman dan tantangan masa depan.
Ribuan warga yang hadir tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara, mulai dari upacara, penyerahan penghargaan, hingga pertunjukan budaya.
Suasana penuh kehangatan dan rasa cinta terhadap Kota Pahlawan terasa kental, membuktikan bahwa identitas dan persatuan warga tetap terjaga kuat meski berusia 733 tahun.
Peringatan tahun ini bukan sekadar perayaan usia kota, melainkan momentum mempertegas tekad: Surabaya tumbuh maju bukan sendirian, melainkan berjalan beriringan dengan sinergi, persatuan, dan semangat Pancasila.
Di tengah hangatnya kebersamaan ini, satu hal yang pasti: masa depan Surabaya ada di tangan kita semua, jika kita terus bersatu dan saling mendukung demi kesejahteraan bersama.







