Pasuruan, pojokkasus.com – Tak Mau Pasuruan Jadi Sarang Narkoba, DPRD Kabupaten Pasuruan dan Badan Koordinasi Nasional Garda Mencegah dan Mengobati (GMDM) DPD Jawa Timur pada Rabu (22/7/2026) mengelar pertemuan membahas strategi memperkuat pencegahan, rehabilitasi, hingga layanan masyarakat dalam menghadapi ancaman narkoba.
Ketua DPRD Samsul Hidayat bersama Anggota Komisi II Misto Leo Faisal menerima langsung rombongan GMDM di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Pasuruan.
Dalam audiensi tersebut, GMDM memaparkan berbagai program yang selama ini dijalankan, mulai dari edukasi bahaya narkoba, penyuluhan masyarakat, pendampingan korban, hingga rehabilitasi penyalahguna narkotika.
Ketua GMDM Kabupaten Pasuruan Yayuk Sri Wahyuningsih mengatakan keberhasilan pemberantasan narkoba membutuhkan dukungan pemerintah daerah agar program dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Ia mengusulkan pembentukan koordinator wilayah hingga tingkat desa sebagai ujung tombak penyebaran informasi dan pendampingan masyarakat terhadap bahaya narkoba.
Usulan lainnya adalah pemanfaatan aset milik pemerintah daerah yang belum digunakan sebagai fasilitas rehabilitasi bagi anak-anak yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika.
http://Bac juga https://pojokkasus.com/wp-admin/
http://Simak juga Penghargaan Atlet Sidoarjo Picu Semangat Juara Porprov 2027
GMDM juga menawarkan layanan tes urine gratis melalui kolaborasi dengan lembaga rehabilitasi sebagai bentuk deteksi dini dan langkah preventif.
Program yang diusulkan GMDM :
– Edukasi masyarakat.
– Sosialisasi anti narkoba.
– Rehabilitasi korban.
– Koordinator desa anti narkoba.
– Tes urine gratis.
– Pemanfaatan aset daerah.
Ketua DPRD Samsul Hidayat menyatakan DPRD siap mendukung langkah-langkah pencegahan serta rehabilitasi sesuai kewenangan daerah. Ia berharap sinergi antara pemerintah, masyarakat, organisasi, dan seluruh pemangku kepentingan mampu memperkuat benteng Kabupaten Pasuruan dari ancaman penyalahgunaan narkoba.
kerja sama yang berkelanjutan menjadi fondasi penting untuk menciptakan generasi yang sehat, produktif, dan bebas narkoba, kolaborasi menjadi kunci utama agar perang melawan narkoba tidak berhenti pada slogan, melainkan menghasilkan aksi nyata di tengah masyarakat. (Gio,D2Y,Akb)













