PASURUAN, pojokkasus.com – Pasuruan bangun 32 tandon Air Pasuruan, Kekeringan Pasuruan, Air Bersih menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Pasuruan dengan membangun 32 tandon air permanen di 15 desa yang mengalami rawan kekeringan dan krisis air bersih. Program senilai sekitar Rp1,1 miliar dari APBD Kabupaten Pasuruan 2026 itu menyasar Kecamatan Lumbang, Winongan, Pasrepan dan Kejayan.
Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan, Eko Bagus Wicaksono, mengatakan jumlah tandon terbanyak ditempatkan di Lumbang dan Pasrepan. Penentuan lokasi tersebut berdasarkan kondisi wilayah yang memiliki desa terdampak kekeringan cukup dominan.
Menurut Eko, setiap tandon memiliki kapasitas sekitar 5.100 liter.
Pembangunan dilakukan sebagai langkah cepat menghadapi kondisi darurat kekeringan sekaligus memastikan warga di wilayah terdampak tetap memperoleh akses air untuk kebutuhan sehari-hari.
Kebijakan tersebut berjalan atas instruksi Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo. Pemerintah daerah meminta pembangunan tandon dipercepat karena kebutuhan air bersih masyarakat bersifat mendesak. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat mengurangi kesulitan warga ketika sumber air di wilayah mereka mengalami penurunan akibat kekeringan.

http://Baca juga Maulid Nabi Yonkes 2 Kostrad, Prajurit Perkuat Iman dan Disiplin
http://Simak juga Kasus Suap Impor Bea Cukai Melebar, Gatot Heroe Jadi Tersangka
Sebaran program pembangunan tandon mencakup empat kecamatan :
- Kecamatan Lumbang.
- Kecamatan Pasrepan.
- Kecamatan Winongan.
- Kecamatan Kejayan.
Pemkab Pasuruan juga menyiapkan mekanisme pengisian air agar tandon tidak sekadar menjadi fasilitas penampungan. Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Pasuruan untuk memasok air bersih ke lokasi-lokasi terdampak.
Eko menjelaskan pengisian air menjadi tanggung jawab BPBD karena lembaga tersebut memiliki armada kendaraan yang dapat mengangkut sekaligus mengisi air ke tandon. Selama masa darurat kekeringan, pengisian akan dilakukan setiap hari atau menyesuaikan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.
Bagi warga penerima manfaat, tandon tersebut diharapkan mampu menjadi cadangan air yang mudah digunakan ketika pasokan air terbatas. Air yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk sejumlah kebutuhan rumah tangga dan aktivitas masyarakat, termasuk memasak, minum, mandi hingga kebutuhan ternak sapi.
Eko juga meminta masyarakat ikut menjaga serta merawat tandon yang telah dibangun. Pemerintah berharap fasilitas tersebut tidak hanya menyelesaikan kebutuhan air saat kondisi darurat, tetapi tetap memiliki manfaat dalam jangka panjang.
Pembangunan 32 tandon menjadi langkah konkret Pemkab Pasuruan merespons kekeringan dengan memperkuat akses air bersih bagi warga di wilayah yang paling terdampak. (Tim)













