Surabaya, pojokkasus.com — KJJT solid bersatu ditegaskan puluhan jurnalis Jawa Timur yang tergabung dalam Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) setelah tahlil dalam forum rapat di Perum Kodam Surabaya, Selasa (07/04/2026).
Kegiatan yang berlangsung khidmat di rumah duka almarhum Ahmad Maulana menjadi momentum konsolidasi. Solidaritas tampak kuat dengan kehadiran berbagai perwakilan wilayah yang menunjukkan komitmen menjaga eksistensi KJJT. tetap berjalan, kepemimpinan berkelanjutan, meneruskan cita cita pendiri yang mencakup seluruh Indonesia.
Agenda awal berupa tahlil dan doa bersama untuk almarhum Ketua Umum KJJT, Ahmad Maulana, yang wafat pada Selasa 07 April 2026. Namun, kondisi mendesak mendorong pengurus langsung menggelar rapat untuk menentukan arah organisasi ke depan.
Sekretaris Jenderal KJJT, Agusnal Fitralius Hakim, menegaskan penunjukan pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum bersifat sementara hingga Agustus 2026.
“Pemilihan Plt ini hanya sampai Agustus, bertepatan dengan HUT KJJT ke-7. Setelah itu akan dipilih ketua definitif,” ujarnya.

Salah satu Pendiri KJJT, Agusnal Fitralius Hakim, menekankan pentingnya langkah cepat berdasarkan aturan organisasi.
“AD/ART yang mengatur bahwa jika ketua umum berhalangan tetap, harus segera menunjuk pengganti sementara agar organisasi tetap berjalan,” tegasnya.
Ngaji Cerdas Ahad Pahing PKK Sidoarjo Doakan Keamanan Global
Aksi Arogan Kades Viral, Demo Gempol Berujung Laporan
https://www.facebook.com/pojok.kasuscom
Dalam rapat tersebut, Noor Arief Prasetyo resmi dipercaya sebagai Plt Ketua Umum KJJT. Ia mengemban tugas menjaga stabilitas organisasi, memperkuat koordinasi antarwilayah, serta mempersiapkan Musyawarah Nasional mendatang.
Menanggapi amanah itu, Noor Arief menyampaikan komitmennya.
“Saya menerima amanah ini dengan penuh tanggung jawab. Ini bagian dari komitmen kami melanjutkan perjuangan almarhum dan para pendiri,” ucapnya.
Ia juga meminta seluruh anggota tetap tenang dan fokus menjalankan tugas jurnalistik.
“Organisasi tetap berjalan normal. Jangan panik, kita kuat karena kebersamaan,” tambahnya.
Suasana haru membuat rangkaian acara. Mengenang dedikasi mendiang Ade yang dikenal gigih membela wartawan di lapangan. Testimoni dan doa mengalir sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Momentum ini sekaligus menjadi ujian bagi KJJT. Di tengah duka, organisasi justru menunjukkan soliditas, profesionalisme, dan komitmen untuk terus berkembang secara nasional.
KJJT berhasil membuktikan kekuatan organisasi dalam situasi krisis. Dengan kepemimpinan sementara yang sah dan dukungan penuh anggota, estafet jurnalis perjuangan Jawa Timur dipastikan tetap berjalan, bahkan mengarah pada ekspansi nasional yang lebih besar. (T7)




