Pasuruan, pojokkasus.com — DPRD bersama Pemkab Pasuruan kembangkan pies susu sebagai ikon baru oleh-oleh daerah. Langkah ini ditandai dengan kunjungan kerja Komisi III DPRD ke Bali, Rabu (6/5), guna mempelajari langsung produksi pie susu khas Denpasar untuk diterapkan di Pasuruan.
Upaya ini menjadi strategi baru Pemkab Pasuruan dalam mendorong pertumbuhan UMKM lokal agar lebih kompetitif dan memiliki daya tarik wisata berbasis kuliner. Produk pie susu dinilai potensial sebagai alternatif oleh-oleh khas yang mudah diproduksi dan diminati pasar luas.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan, Yusuf Daniyal, menegaskan bahwa pengembangan pie susu bukan sekadar meniru, melainkan adaptasi peluang usaha yang terbukti sukses di daerah lain. Ia menyebut Bali sebagai role model karena berhasil menjadikan pie susu sebagai produk unggulan.
Menurut Daniyal, peluang pasar pie susu di Pasuruan sangat terbuka lebar. Produk ini bisa menjadi pintu masuk bagi pelaku UMKM untuk naik kelas, terutama dalam sektor kuliner yang memiliki perputaran ekonomi cepat dan stabil.
Gerebek Kakak Beradik, Polisi Sita 7.926 Pil Double L di Mojokerto
http://Baca juga Badut Penjual Balon Tega Bunuh Mertua Mojokerto
https://www.facebook.com/pojok.kasuscom
Ia juga membantah anggapan bahwa pie susu akan mengganggu eksistensi pia khas Pasuruan. Daniyal menilai keduanya memiliki karakteristik berbeda, baik dari segi bahan baku maupun cita rasa, sehingga tidak akan saling bersaing secara langsung.
Sebaliknya, kehadiran pie susu justru diyakini akan memperkaya variasi oleh-oleh daerah. Hal ini dinilai penting untuk meningkatkan pengalaman wisatawan yang datang ke Pasuruan agar memiliki lebih banyak pilihan kuliner khas.
Dari hasil pantauan di Bali, proses produksi pie susu dinilai sangat ramah untuk skala industri rumahan. Peralatan yang digunakan relatif sederhana dan tidak membutuhkan investasi besar, sehingga cocok untuk UMKM pemula.
Selain itu, proses pembuatannya juga tidak rumit, memungkinkan pelaku usaha baru untuk cepat belajar dan langsung produksi. Ini menjadi nilai tambah dalam percepatan pengembangan ekonomi berbasis masyarakat.
Langkah ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan UMKM Pasuruan, sekaligus memperkuat identitas daerah melalui inovasi produk lokal yang relevan dengan tren pasar saat ini.
Lebih dari itu pengembangan pie susu sebagai oleh-oleh baru menunjukkan langkah progresif Pemkab Pasuruan dalam memperluas identitas kuliner daerah. Dengan potensi produksi yang mudah dan pasar yang luas, inovasi ini berpeluang besar mendorong UMKM naik kelas sekaligus memperkuat daya tarik wisata lokal. (T7/Baik)







