Topi Spesial Kohir Jadi Simbol Kepercayaan Prajurit

Surabaya,pojokkasus.com– Topi Spesial Kohir bukan sekadar pelengkap seragam. Bagi ratusan prajurit dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Korem 084/Bhaskara Jaya, topi edisi khusus yang disebarkan langsung oleh Danrem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir menjadi simbol kepercayaan, perhatian, dan kedekatan antara pemimpin dengan anggotanya.

Sebanyak lebih dari 300 topi dibagikan secara gratis kepada prajurit dan ASN saat apel pagi di Makorem 084/Bhaskara Jaya, Surabaya, Selasa (2/6/2026).

Pembagian topik tersebut disambut antusias oleh seluruh anggota yang hadir di lapangan apel.

Di balik pembagian topi itu ternyata tersimpan kisah yang menarik.

Ide pembuatan topi lahir dari sebuah momen sederhana ketika Brigjen TNI Kohir mendapat kepercayaan langsung dari Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto saat kunjungan kerja di Surabaya pada bulan April 2026.

Jadi Simbol Kepercayaan
Topi Spesial Kohir bukan sekedar pelengkap seragam. Bagi ratusan prajurit dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Korem 084/Bhaskara Jaya

 

Momen tersebut menjadi pengalaman yang membekas bagi Danrem. Dari sebuah kepercayaan yang diberikan pimpinan tertinggi TNI, muncul ide untuk menghadirkan kenang-kenangan yang dapat memperkuat rasa kebersamaan di lingkungan Korem 084/Bhaskara Jaya.

Berawal dari Kepercayaan Panglima TNI

Saat kunjungan Panglima TNI ke Surabaya, seluruh jajaran Kodam V/Brawijaya dan Korem di wilayah Jawa Timur fokus menyiapkan agenda kegiatan.

Korem 084/Bhaskara Jaya menjadi salah satu satuan yang memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib, dan lancar.

Momentum Hari Lahir Pancasila 2026 membawa kabar gembira bagi Rutan Bangil

Di tengah kesibukan tersebut, Brigjen TNI Kohir mendapat kepercayaan dari Jenderal Agus Subiyanto untuk memegang tongkat dan topi milik Panglima TNI.

Momen singkat itu ternyata meninggalkan kesan yang mendalam.

Menurut Kohir, kepercayaan yang diberikan seorang pemimpin memiliki makna yang jauh lebih besar dibandingkan sekedar tugas biasa.

Kepercayaan menjadi bukti bahwa seseorang dianggap mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.

“Siapa yang sangka Pak Panglima TNI meminta saya memegang topi beliau. Kalau bukan karena percaya kepada saya, tentu hal itu tidak akan terjadi,” ujar Brigjen TNI Kohir saat memberikan arahan kepada anggota.

Topi Jadi Pengingat Nilai Kepemimpinan

Dari pengalaman tersebut, Brigjen TNI Kohir kemudian menggagas pembuatan topi edisi khusus untuk dipublikasikan kepada seluruh anggota Korem 084/Bhaskara Jaya.

Ia ingin setiap prajurit memiliki pengingat tentang pentingnya menjaga kepercayaan yang diberikan pimpinan, rekan kerja, maupun masyarakat.

Menurutnya, seorang pemimpin tidak hanya memberikan perintah, tetapi juga harus memiliki keyakinan bahwa setiap anggota mampu menjalankan tugas dengan kehormatan dan ketulusan.

“Kepercayaan seorang pimpinan bukan sekedar memberi perintah, tetapi pimpinan yakin bahwa setiap anggotanya mampu mengemban amanah dengan kehormatan, tanggung jawab, dan ketulusan,” tegasnya.

Topi Spesial Kohir
Topi Spesial Kohir bukan sekedar pelengkap seragam. Bagi ratusan prajurit dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Korem 084/Bhaskara Jaya

Pesan tersebut mendapat perhatian serius dari para anggota.

Mereka menilai pembagian topi bukan sekedar bentuk penghargaan, melainkan simbol ikatan emosional antara komandan dan prajurit.

Antusiasme Prajurit Warnai Pembagian Topi

Ratusan personel mulai dari petugas, bintara, tamtama hingga ASN tampak memenuhi lapangan apel.

Dengan sangat ketat mereka mengantre untuk mencatat nama dan menerima topi edisi khusus tersebut.

Budaya disiplin yang menjadi ciri khas prajurit terlihat jelas selama proses pembagian berlangsung.

Satu per satu anggota maju dengan penuh semangat untuk menerima topi yang telah disiapkan.

Suasana hangat pun terasa di tengah kegiatan. Senyum dan ekspresi bangga tampak memikat wajah para penerima.

Banyak anggota yang menganggap topi tersebut sebagai kenang-kenangan berharga dari seorang pemimpin yang dekat dengan bawahannya.

“Terima kasih Komandan, berkah selalu buat Komandan. Bhaskara Jaya? Mantap!” teriakan sejumlah prajurit usai menerima topi.

Bagi sebagian orang, topiknya mungkin hanya benda sederhana. Namun di lingkungan Korem 084/Bhaskara Jaya, topi itu menjelma menjadi simbol perhatian, penghargaan, dan rasa memiliki dalam keluarga besar satuan.

Kisah di balik topi khusus Brigjen TNI Kohir menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak selalu hadir melalui instruksi dan kebijakan besar.

Terkadang, perhatian sederhana mampu membangun loyalitas, memperkuat solidaritas, dan menghadirkan energi positif bagi organisasi. Dari sebuah topik, lahirlah pesan kuat tentang arti kepercayaan yang menjadi fondasi utama hubungan antara pemimpin dan anggotanya.

Writer: @NitEditor: @Redaksi Pojokkasus
IMG-20260327-WA0038