Sidoarjo,pojokkasus.com– Latihan Menembak Korem, Profesionalisme Prajurit, dan Kesiapan Operasional menjadi fokus utama pelaksanaan Latihan Menembak Senjata Ringan (Latbak Jatri) Semester I Tahun 2026 yang digelar Korem 084/Bhaskara Jaya di Lapangan Tembak Yon Arhanudse 8/MBC, Desa Seruni, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (3/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Kepala Staf Korem (Kasrem) 084/Bhaskara Jaya, Kolonel Inf Nico Reza H. Dipura, serta diikuti para Perwira, Bintara, dan Tamtama jajaran Korem 084/Bhaskara Jaya.
Latihan ini menjadi bagian penting dalam program pembinaan kemampuan prajurit TNI Angkatan Darat untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan keterampilan dasar kemiliteran.
Kemampuan menembak dinilai sebagai salah satu kompetensi utama yang wajib dimiliki setiap prajurit guna menunjang pelaksanaan tugas di lapangan.
Dalam arahannya, Kasrem 084/Bhaskara Jaya Kolonel Inf Nico Reza H. Dipura menegaskan bahwa latihan menembak tidak boleh dipandang sebagai kegiatan rutin semata.
Menurutnya, latihan merupakan sarana membentuk prajurit yang profesional, tangguh, disiplin, dan siap menghadapi berbagai tantangan tugas yang semakin kompleks.

“Manfaatkan latihan ini sebaik mungkin untuk mengasah kemampuan diri. Tetap patuhi seluruh prosedur yang telah ditentukan dan utamakan faktor keamanan dalam setiap kegiatan,” tegas Kolonel Inf Nico Reza H. Dipura.
Ia menjelaskan, kemampuan menembak yang baik hanya dapat dicapai melalui latihan yang dilakukan secara terencana, terukur, dan berkelanjutan.
Dengan kemampuan yang terus diasah, prajurit akan memiliki kesiapan optimal dalam mendukung tugas pokok satuan sekaligus menjalankan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Pelaksanaan Latbak Jatri Semester I Tahun 2026 juga mendapat perhatian serius dari penyelenggara.
Komandan Detasemen Markas (Dandenma) Korem 084/Bhaskara Jaya Mayor Inf Wongso, S.H., yang bertindak sebagai Komandan Latihan (Danlat), memastikan seluruh peserta telah menerima pengarahan teknis sebelum memasuki lapangan tembak.
Menurut Mayor Inf Wongso, aspek keamanan menjadi prioritas utama selama kegiatan berlangsung.
Oleh karena itu, seluruh peserta wajib memahami prosedur penggunaan senjata, tata cara menembak, serta aturan keselamatan yang telah ditetapkan oleh panitia latihan.
“Sebelum latihan dimulai, seluruh peserta menerima briefing teknis dan penekanan prosedur keamanan agar kegiatan berjalan aman, tertib, dan sesuai standar yang berlaku,” ujar Mayor Inf Wongso.
Dalam latihan tersebut, para prajurit melaksanakan materi menembak senapan laras panjang dengan jarak sasaran 100 meter.
Adapun teknik yang digunakan meliputi tiga sikap dasar menembak, yakni posisi tiarap, duduk, dan berdiri.
Ketiga sikap tersebut menjadi bagian dari standar kemampuan yang harus dikuasai setiap prajurit TNI AD.
Selain meningkatkan kemampuan individu, Latbak Jatri juga berfungsi sebagai sarana evaluasi untuk mengukur tingkat ketepatan tembakan, keterampilan penggunaan senjata, serta kesiapsiagaan personel dalam mendukung tugas operasional satuan.
Hasil latihan nantinya akan menjadi bahan evaluasi untuk pembinaan kemampuan prajurit secara berkelanjutan.
Melalui latihan yang dilaksanakan secara rutin dan profesional, Korem 084/Bhaskara Jaya berharap seluruh prajurit mampu mempertahankan kemampuan tempur dasar sekaligus meningkatkan kesiapan operasional dalam menghadapi berbagai tugas yang diemban.







