Sidoarjo,pojokkasus.com – ANEV Lapas Sidoarjo menjadi fokus utama dalam penguatan kinerja pemasyarakatan di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Lapas Sidoarjo mengikuti Rapat Analisis dan Evaluasi (ANEV) Capaian Kinerja Triwulan II Semester I Tahun 2026 yang digelar Direktorat Jenderal Pemasyarakatan secara virtual pada Rabu (22/7/2026).
Kegiatan yang diikuti seluruh Kantor Wilayah dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Indonesia ini bertujuan mengevaluasi capaian kinerja, memperkuat tata kelola, serta menyusun strategi peningkatan pelayanan publik yang lebih efektif dan akuntabel.
Rapat yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut berlangsung melalui Zoom Meeting dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Seluruh peserta dari berbagai daerah mengikuti agenda evaluasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan secara nasional.

Evaluasi Menjadi Dasar Penyusunan Strategi
Di Aula Lapas Kelas IIA Sidoarjo, jajaran pejabat struktural bersama pegawai mengikuti jalannya rapat dengan penuh perhatian. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menilai hasil kerja yang telah dicapai selama Triwulan II Semester I Tahun 2026 sekaligus mengidentifikasi berbagai tantangan yang masih perlu diselesaikan.
Melalui forum evaluasi tersebut, setiap satuan kerja didorong untuk melakukan perbaikan berkelanjutan, meningkatkan efektivitas pelaksanaan program, serta memperkuat akuntabilitas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Selain membahas capaian kinerja, rapat juga menjadi wadah berbagi strategi dan praktik terbaik antarsatuan kerja agar seluruh UPT Pemasyarakatan mampu menerapkan inovasi yang berdampak terhadap peningkatan kualitas layanan.
Komitmen Tingkatkan Pelayanan Pemasyarakatan
Kepala Lapas Kelas IIA Sidoarjo menegaskan bahwa keikutsertaan dalam ANEV merupakan bentuk komitmen nyata dalam mendukung seluruh kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Menurutnya, evaluasi berkala sangat penting untuk memastikan setiap program berjalan sesuai target dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Rapat Analisis dan Evaluasi ini menjadi sarana untuk mengukur sejauh mana kinerja yang telah dicapai sekaligus menjadi pijakan dalam menyusun strategi peningkatan kinerja pada semester berikutnya.
Kami siap mendukung terwujudnya pemasyarakatan yang semakin profesional, akuntabel, dan berdampak bagi masyarakat,” ujar Kepala Lapas Kelas IIA Sidoarjo.
Ia menambahkan, budaya evaluasi yang konsisten akan mendorong seluruh jajaran bekerja lebih profesional, transparan, dan responsif terhadap dinamika pelayanan publik.
Dorong Transformasi Pemasyarakatan
Keikutsertaan Lapas Sidoarjo dalam rapat nasional ini juga menjadi bagian dari implementasi transformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Hasil evaluasi diharapkan menjadi dasar penyusunan program kerja yang lebih terukur, efisien, dan berorientasi pada hasil.
Melalui sinergi antara Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kantor Wilayah, dan seluruh UPT, penguatan tata kelola diyakini mampu meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan pemasyarakatan.
Ke depan, Lapas Kelas IIA Sidoarjo berkomitmen terus menghadirkan inovasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat sistem kerja yang profesional dan akuntabel.







