Gempa NTT, Polri Kirim Bantuan ke 7 Kabupaten

NTT pojokkasus.com – Gempa NTT, Polri, dan bantuan kemanusiaan menjadi perhatian utama Tim K3I Stamaops Polri yang memperkuat penanganan bencana di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur. Dipimpin Waastamaops Kapolri Irjen Pol. Laksana, tim melakukan pengawasan, koordinasi, distribusi logistik, pelayanan kemanusiaan, hingga pengecekan posko di Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, dan Nagekeo pada 21–22 Agustus 2026.

Tim K3I bergerak langsung di wilayah terdampak untuk memastikan respons bencana berjalan terkoordinasi. Pada Jumat (21/8/2026), Irjen Pol. Laksana mendampingi kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka ke sejumlah lokasi pengungsian di Manggarai Timur dan Manggarai. Kunjungan tersebut menyasar Kampung Waso, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, serta Desa Goloconggo di Kabupaten Manggarai.
Di waktu yang sama, Wakil Ketua Tim K3I Brigjen Pol. Tri Atmodjo Marawasianto bersama anggota melakukan konsolidasi di Mapolres Manggarai Barat.

Fokusnya adalah menyiapkan logistik Polri untuk masyarakat terdampak di Kabupaten Ngada dan Nagekeo. Bantuan kemudian diberangkatkan menggunakan dua kendaraan kecil dan dua truk dengan pengawalan personel Brimob Polda NTT.

12 Truk Bantuan dari Jawa Tengah
Pada Sabtu (22/8/2026), Irjen Pol. Laksana meninjau posko penanganan bencana di Mapolres Manggarai Barat. Dalam agenda tersebut, ia mewakili Polri menerima bantuan kemanusiaan dari Polda Jawa Tengah sebanyak 12 truk. Bantuan berisi berbagai kebutuhan untuk masyarakat terdampak dan selanjutnya direncanakan didistribusikan ke tujuh kabupaten terdampak bencana di NTT.

Gempa NTT Mengguncang
Gempa NTT ditangani Tim K3I Stamaops Polri. Sebanyak 12 truk bantuan dari Polda Jawa Tengah dikirim untuk korban di tujuh kabupaten terdampak.

Sidoarjo Bergerak untuk Korban Gempa NTT, Mimik Donasi Rp100 Juta

Distribusi bantuan juga dilakukan langsung melalui jajaran kewilayahan. Di Kabupaten Nagekeo, Tim K3I yang dipimpin Brigjen Pol. Tri Atmodjo Marawasianto bersama AKBP Isaac Koko Hosio dan Brigpol Fransisca Novitasari menyerahkan bantuan Polri kepada masyarakat melalui Polres Nagekeo. Tim sekaligus memastikan dukungan pelayanan di lapangan tetap berjalan.

Sejumlah fasilitas kemanusiaan turut diperiksa untuk memastikan kebutuhan warga dapat ditangani. Fasilitas tersebut meliputi Mobil Water Treatment, Randurlap, Pos Kesehatan Polri, Pos Bhayangkari Peduli, Pos Trauma Healing, serta Pos Pengungsian Polri. Tim juga melihat langsung kegiatan trauma healing, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan pendampingan setelah menghadapi bencana.

Pelayanan Korban Jadi Fokus
Sementara itu, di Kabupaten Ngada, Tim K3I yang terdiri dari Kombes Pol. Bermen Junain Petrus Sianturi dan Kombes Pol. Wawan Setiawan menyerahkan bantuan Polri melalui Polres Ngada. Tim juga melakukan pengecekan terhadap tenda pengungsian sebagai bagian dari upaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap mendapatkan perhatian.

Penanganan bencana tidak hanya dilakukan melalui kegiatan lapangan. Ketua Tim K3I juga menggelar rapat melalui Zoom Meeting bersama Kapolda NTT dan jajaran. Pembahasan mencakup perkembangan situasi di lapangan, kebutuhan masyarakat, distribusi bantuan, serta dukungan yang masih diperlukan untuk memperkuat penanganan bencana.

Irjen Pol. Laksana menegaskan, keberadaan Tim K3I merupakan bagian dari upaya memastikan seluruh penanganan bencana berjalan cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran. “Kami memastikan penanganan bencana di NTT berjalan secara terkoordinasi, mulai dari kesiapan personel, posko, distribusi bantuan, pelayanan kesehatan hingga dukungan trauma healing bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, Polri akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi bersama Polda NTT serta seluruh jajaran kewilayahan. Menurutnya, kehadiran aparat dalam situasi bencana harus benar-benar dirasakan masyarakat, bukan sebatas berada di lokasi. Seluruh rangkaian kegiatan Tim K3I Stamaops Polri dalam penanganan gempa di wilayah hukum Polda NTT dilaporkan berlangsung aman dan lancar.

Poin Penting :

  • Tim K3I Stamaops Polri bergerak di sejumlah wilayah terdampak NTT.
  • Penanganan mencakup logistik, kesehatan, posko, dan trauma healing.
    Polda Jawa Tengah mengirim 12 truk bantuan kemanusiaan.
  • Bantuan akan didistribusikan ke tujuh kabupaten terdampak.
  • Anak-anak korban bencana mendapat dukungan trauma healing.
  • Polri melakukan pemantauan dan evaluasi bersama Polda NTT.

Penanganan gempa NTT memasuki tahap penguatan koordinasi dan distribusi bantuan. Kehadiran Tim K3I Stamaops Polri menunjukkan bahwa respons bencana tidak hanya berfokus pada pengiriman logistik, tetapi juga mencakup kesehatan, pengungsian, hingga pemulihan psikologis masyarakat. Ke depan, koordinasi lintas wilayah menjadi kunci agar bantuan benar-benar tiba di tangan warga yang membutuhkan.dedy/humas

IMG-20260327-WA0038