Jombang, Pojokkasus.com, – Temuan jasad pria dengan luka sayatan di leher menggegerkan warga Dusun Paras, Desa Turipinggir, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Minggu (12/4) siang. Warga menemukan korban dalam kondisi mengenaskan di aliran sungai, tanpa identitas yang jelas.
Menurut informasi yang dihimpun di lokasi, jasad tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang petani setempat saat melintas di sekitar saluran air. Posisi korban saat ditemukan dalam keadaan tengkurap dan tersangkut di cor pembatas Sekunder Turi Baru yang terhubung dengan Saluran Induk Mrican Kanan.
Kepala Dusun Paras, Johan Dwi Santoso, membenarkan adanya penemuan tersebut. Ia menyebut kondisi korban saat ditemukan hanya mengenakan celana dalam, tanpa identitas atau tanda pengenal lainnya.
Kronologi Penemuan Jasad
Johan menjelaskan, warga awalnya tidak menyadari bahwa benda yang tersangkut di aliran sungai tersebut adalah jasad manusia. Namun setelah didekati, petani yang menemukan langsung melaporkan kejadian itu kepada perangkat desa.
“Yang pertama kali menemukan itu petani setempat, posisinya di sungai yang searah dengan Saluran Induk Mrican Kanan,” ujar Johan.
Warga yang mendengar kabar tersebut langsung berdatangan ke lokasi untuk memastikan kebenaran informasi. Suasana pun mendadak ramai dan penuh keprihatinan.
Tak berselang lama, anggota kepolisian dari Polsek Megaluh tiba di lokasi dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas kemudian mengevakuasi jasad korban untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Luka Sayatan di Leher
Saat proses evakuasi berlangsung, petugas menemukan luka serius di bagian leher korban. Luka tersebut tampak seperti sayatan benda tajam yang menganga cukup dalam.
“Ada luka seperti digorok di bagian lehernya. Kami belum tahu apakah ini korban pembunuhan atau bukan,” ungkap Johan.
Penemuan luka tersebut semakin memunculkan dugaan adanya tindak kekerasan yang menyebabkan kematian korban. Meski demikian, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan belum memberikan kesimpulan resmi.
Proses Identifikasi dan Penyelidikan
Usai dievakuasi, jasad korban langsung dibawa ke RSUD Jombang untuk dilakukan proses identifikasi oleh tim medis dan kepolisian. Petugas berupaya mengungkap identitas korban serta penyebab pasti kematiannya.
Polisi juga mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di lokasi, termasuk warga yang pertama kali menemukan jasad tersebut. Selain itu, penyisiran di sekitar lokasi kejadian turut dilakukan guna mencari kemungkinan barang bukti tambahan.
Hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan aparat kepolisian. Warga diimbau untuk tetap tenang dan segera melapor jika memiliki informasi yang dapat membantu proses penyelidikan.
Penemuan jasad dengan kondisi mengenaskan ini tidak hanya menggegerkan warga setempat, tetapi juga menimbulkan rasa waspada di tengah masyarakat. Aparat diharapkan segera mengungkap fakta di balik peristiwa ini agar memberikan kepastian hukum sekaligus rasa aman bagi warga sekitar. (G10)



