Jombang, Pojokkasus.com, – Dugaan pembunuhan Anang Sularso menggemparkan warga Kabupaten Kediri dan Jombang setelah jasad pria berusia 33 tahun itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan di wilayah Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Minggu (12/4/2026). Korban ditemukan tanpa busana lengkap dan hanya mengenakan pakaian dalam, memicu dugaan kuat adanya tindak kekerasan.
Penemuan tersebut langsung ditindaklanjuti aparat kepolisian dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari Saksi dan pihak keluarga. Identitas korban kemudian dipastikan sebagai Anang Sularso, warga Dusun Bogem Utara, Desa Bogem, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri.
Identitas Korban Terungkap Cepat
Kepala Dusun Bogem Utara, Aris Setyo Besuki, membenarkan bahwa korban merupakan warganya secara sosial, meski secara administratif tercatat di wilayah lain. Ia menjelaskan, korban lahir dan besar di Dusun Bogem Utara bersama keluarganya.
“Iya benar, Anang Sularso warga sini. Ini bukan secara administrasi ya, karena dari kecil lahir di sini,” ujarnya saat ditemui, Senin (13/4/2026).
Pemerintah desa segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian setelah menerima informasi penemuan jasad sekitar pukul 15.00 WIB. Keluarga korban kemudian melakukan verifikasi melalui foto dan ciri fisik di rumah sakit sebelum memastikan identitas korban.
Luka Parah Indikasikan Kekerasan
Dugaan pembunuhan semakin menguat setelah ditemukannya luka serius di bagian kepala korban. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari aparat, korban mengalami luka bacok panjang yang membentang dari pelipis hingga mendekati area bibir.
“Seperti yang diinformasikan dari pihak kepolisian, foto-foto yang kita dapat itu ya luka di kepala,” kata Aris.
Kondisi tersebut menunjukkan adanya kekerasan yang diduga menyebabkan kematian korban. Hingga kini, polisi masih mendalami motif dan kronologi kejadian, termasuk kemungkinan lokasi utama pembunuhan.
Kehidupan Korban Tertutup
Di lingkungan tempat tinggalnya, korban dikenal sebagai pribadi yang cenderung tertutup. Keluarga mengaku tidak mengetahui secara pasti aktivitas sehari-hari maupun kemungkinan masalah yang dihadapi korban sebelum kejadian.
“Dia itu kurang terbuka, aktivitas seperti warga biasa, tapi keluarga juga tidak tahu detail kegiatannya,” tambah Aris.
Korban diketahui bekerja sebagai kuli bangunan dan merupakan anak keempat dari lima bersaudara. Ia juga meninggalkan seorang istri (status siri) dan dua anak.
Polisi Dalami Kasus, Keluarga Harap Keadilan
Jenazah korban telah dimakamkan di kampung halamannya pada Senin dini hari sekitar pukul 04.30 WIB. Sementara itu, pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku dan motif di balik kasus ini.
Keluarga korban berharap aparat segera menangkap pelaku dan memberikan keadilan atas kematian tragis tersebut. Kasus ini pun menambah kekhawatiran masyarakat terkait keamanan, sekaligus menjadi perhatian serius bagi aparat penegak hukum untuk mengungkap kebenaran dan mencegah kejadian serupa terulang. (G10)



