Klinik Lapas Sidoarjo Evaluasi Akreditasi, Perkuat Mutu Layanan Kesehatan

Sidoarjo,pojokkasus.com– Klinik Lapas Sidoarjo menggelar evaluasi akreditasi sebagai langkah memperkuat mutu layanan kesehatan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Lapas Kelas IIA Sidoarjo, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur ini diikuti Kepala Lapas Kelas IIA Sidoarjo, Kepala Sub Seksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Kasubsi Bimkeswat), dokter, serta perawat Klinik Pratama Lapas Delta Sidoarjo.

Pertemuan tersebut dilaksanakan untuk mengevaluasi capaian, mengidentifikasi kendala, dan menyusun langkah strategis guna mempertahankan standar akreditasi klinik sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara berkelanjutan.

Evaluasi ini menjadi bagian penting dari komitmen Lapas Kelas IIA Sidoarjo dalam memastikan setiap warga binaan memperoleh hak atas pelayanan kesehatan yang profesional, aman, cepat, dan berkualitas sesuai standar yang berlaku.

Layanan Kesehatan WBP
Klinik Lapas Sidoarjo menggelar evaluasi akreditasi untuk memperkuat mutu layanan kesehatan bagi warga binaan dengan standar yang profesional dan berkualitas

Kepala Lapas Kelas IIA Sidoarjo menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan hak dasar warga binaan yang tidak boleh diabaikan. Menurutnya, keberhasilan sebuah klinik tidak hanya diukur dari fasilitas yang dimiliki, tetapi juga dari konsistensi dalam memberikan pelayanan yang memenuhi standar akreditasi.

“Evaluasi akreditasi menjadi momentum untuk melihat sejauh mana pelayanan yang telah diberikan berjalan sesuai standar. Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar penyempurnaan layanan agar semakin berkualitas dan berorientasi pada keselamatan pasien,” ujar Kepala Lapas Kelas IIA Sidoarjo.

Evaluasi Menyeluruh Tingkatkan Standar Pelayanan

Dalam pertemuan tersebut, seluruh peserta membahas berbagai aspek penting yang menjadi indikator akreditasi. Mulai dari administrasi dan tata kelola klinik, penerapan keselamatan pasien, peningkatan mutu pelayanan kesehatan, pengelolaan sarana dan prasarana medis, hingga penguatan kompetensi sumber daya manusia di bidang kesehatan.

Kasubsi Bimkeswat bersama tim kesehatan memaparkan sejumlah capaian yang berhasil diraih Klinik Pratama Lapas Delta Sidoarjo selama ini. Selain itu, dipetakan pula sejumlah aspek yang masih memerlukan penyempurnaan agar kualitas pelayanan tetap meningkat dan mampu memenuhi seluruh indikator akreditasi secara optimal.

Haul Mbah Kyai Kalam, Wabup Sidoarjo Ajak Warga Pegang Teguh Ajaran Ulama

Diskusi berlangsung aktif. Para dokter dan perawat menyampaikan berbagai masukan konstruktif terkait efektivitas pelayanan, penguatan prosedur operasional, serta inovasi pelayanan kesehatan yang dapat diterapkan di lingkungan lapas.

Menurut Kasubsi Bimkeswat, evaluasi rutin menjadi instrumen penting dalam membangun budaya kerja yang berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan.

“Kami terus melakukan pembenahan melalui evaluasi berkala agar pelayanan kesehatan di Klinik Pratama Lapas Delta Sidoarjo semakin profesional, responsif, dan sesuai standar akreditasi nasional,” ungkapnya.

Komitmen Berkelanjutan untuk Warga Binaan

Melalui kegiatan ini, seluruh tenaga kesehatan di lingkungan Lapas Kelas IIA Sidoarjo diharapkan memiliki persepsi yang sama mengenai pentingnya menjaga standar mutu pelayanan.

Kesamaan pemahaman tersebut menjadi modal utama dalam memberikan layanan kesehatan yang cepat, tepat, aman, dan berkesinambungan bagi seluruh warga binaan.

Sebagai tindak lanjut, jajaran Klinik Pratama Lapas Delta Sidoarjo menyusun rencana aksi yang akan menjadi pedoman dalam meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mempertahankan status akreditasi klinik di masa mendatang.

Komitmen tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kualitas layanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan bukan sekadar memenuhi persyaratan administrasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan yang humanis dan profesional bagi setiap warga binaan.

Writer: @NitEditor: @Redaksi Pojokkasus
IMG-20260327-WA0038