SURABAYA, pojokkasus.com – Bobol rumah kosong di kawasan Gununganyar Surabaya terungkap dengan modus jebol atap yang mengejutkan. Dua rumah yang tidak berpenghuni disatroni pelaku yang diduga naik ke atap bagian belakang, merusaknya, lalu masuk dan keluar menggunakan tangga. Kejadian ini merugikan pemilik rumah hingga puluhan juta rupiah, dan kini sedang diselidiki kepolisian.
Lokasi kejadian berada di Gununganyar Tambak, tepatnya Gang 4A Nomor 8 atau dikenal Gang Apel, serta Gang Durian Nomor 15, Surabaya. Kedua rumah tersebut diketahui kosong dan tidak dihuni oleh pemiliknya. Modus yang digunakan terbilang nekat dan terencana.
Berdasarkan data di lokasi kejadian, sejumlah barang bukti berhasil ditemukan petugas. Di antaranya :
- Gembok yang sudah dipotong
- Tangga yang diduga dipakai pelaku
- Puntung rokok
- Jejak kaki di area atap dan halaman
Barang berharga di dalam rumah sebagian besar raib. Sisa barang yang belum sempat dibawa pelaku antara lain kulkas dan kompor tanam. Artinya, pelaku menyasar barang yang mudah dijual dan bernilai tinggi, termasuk perangkat elektronik serta komponen kendaraan bermotor.

Baca juga
Kasus Pembakaran Al-Quran di Banyuwangi: AR Alami Gangguan Kejiwaan
Salah satu korban, Mirna Aprilia, terakhir mengecek rumahnya pada Juli 2026 dalam kondisi normal. Awal Agustus ia tidak sempat datang karena sedang menunaikan ibadah umrah. Belum diketahui kapan tepatnya pembobolan terjadi, namun warga menduga pelaku beraksi sekitar pukul 02.00 dini hari. Rumah tersebut tidak dilengkapi CCTV, sehingga dugaan itu belum dapat dipastikan.
Kapolsek Gununganyar, Iptu Tulus Wibowo, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, pelaku besar kemungkinan naik ke atap dari sisi belakang rumah yang sepi, menjebolnya, lalu turun ke dalam menggunakan tangga. “Dugaannya naik dan turun pakai tangga, di lokasi sepi memang,” ujar Tulus saat dikonfirmasi, Jumat (4/9/2026).
Kerugian yang dialami para korban terbilang besar. Rincian nilainya :
- Rumah di Gang Apel (Mirna Aprilia): ±Rp 25 juta
- Rumah di Gang Durian (Dewi Mustika): ±Rp 30 juta
- Total: ±Rp 55 juta
Barang yang dicuri meliputi AC, TV, pompa air, tabung elpiji, meteran PDAM, laptop, hingga velg dan sparepart mobil BMW serta Range Rover.
Simak juga
816 Polisi & TNI Kawal Laga Perdana Arema Di Kanjuruhan
Penyelidikan tidak dilakukan sendirian oleh pihak Polsek. Unit Jatanras dan tim Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya turun membantu pengungkapan kasus ini. “Lidik dari Polsek, tapi di-backup Tim Resmob dan Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya,” tegas Tulus. Pihak kepolisian terus menelusuri jejak pelaku serta barang curian yang diduga sudah dijual.
Modus pembobolan rumah kosong dengan menjebol atap di Gununganyar ini menjadi peringatan bagi warga yang meninggalkan rumah dalam waktu lama. Pelaku memanfaatkan sepinya lingkungan dan ketiadaan pengawasan untuk mengambil barang bernilai tinggi. Warga diimbau untuk tetap menjaga keamanan rumah, meminta tetangga memantau, serta memasang CCTV agar hal serupa tidak terulang. Kasus masih berjalan dan pelaku diharapkan segera tertangkap.



















