Grand Final Sepak Bola Mini Gempol Memanas, DPRD Dorong Naik Kelas

PASURUAN, pojokkasus.com – Grand final sepak bola mini Gempol yang mempertemukan empat sekolah dasar terbaik digelar di Lapangan Olahraga Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (5/9/2026). Turnamen yang digelar Kelompok Kerja Guru Olahraga (KKGO) Kecamatan Gempol sejak 2 September tersebut memasuki fase penentuan juara dengan mempertemukan SDN Kejapanan 1, SDN Bulusari 2, SDN Kepulungan 2, dan SDN Kepulungan 3. Pertandingan ini sekaligus menjadi ruang pembinaan atlet usia dini dan mendapat dukungan langsung dari Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan H. Samsul Hidayat.

Ribuan? Wait—jangan klaim jumlah penonton jika tidak disebutkan. Kehadiran orang tua murid, guru, jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan, Korwil, pengawas, KKGO Kecamatan Gempol, serta Pemerintah Desa Bulusari membuat atmosfer pertandingan semakin semarak. Kepala Desa Bulusari Hj. Siti Nurhayati turut hadir bersama Kabid Kurikulum dan Penilaian Sekolah Dasar yang akrab disapa Ibu Cika. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa kompetisi olahraga pelajar mendapat perhatian dari banyak pihak.

Empat tim yang berhasil menembus babak semifinal sekaligus mengamankan tempat di fase akhir merupakan hasil dari rangkaian pertandingan yang berlangsung sejak awal turnamen. SDN Kejapanan 1, SDN Bulusari 2, SDN Kepulungan 2, dan SDN Kepulungan 3 harus melewati persaingan antarsekolah sebelum akhirnya berpeluang memperebutkan posisi juara pertama hingga keempat.

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan H. Samsul Hidayat, S.Ag., M.Pd.I hadir sekaligus menutup secara resmi turnamen sepak bola mini antar-SD se-Kecamatan Gempol. Dalam sambutannya, Samsul menegaskan dukungan DPRD terhadap pembinaan sepak bola di tingkat sekolah dasar, khususnya di Kecamatan Gempol dan Kabupaten Pasuruan.

Visual grand final turnamen sepak bola mini antar-SD se-Kecamatan Gempol di Lapangan Bulusari, menampilkan pemain muda, pertandingan, guru, orang tua, pejabat daerah, dan penyerahan hadiah.

Kasus Pembakaran Al-Quran di Banyuwangi: AR Alami Gangguan Kejiwaan

Menurut Samsul, kompetisi seperti ini memiliki nilai penting karena menjadi salah satu pintu awal untuk menemukan dan mengembangkan potensi atlet muda. Pembinaan tidak cukup dilakukan ketika seorang anak sudah menjadi pemain profesional. Fondasi kemampuan, kedisiplinan, kerja sama tim, dan mental bertanding justru perlu dibangun sejak usia sekolah.

“Kami DPRD Kabupaten Pasuruan sangat mendukung sekali pembinaan sepak bola yang ada di wilayah Kecamatan Gempol dan Kabupaten Pasuruan sesuai dengan program Mas Bupati,” ujar Samsul.

Ia mengakui pelaksanaan turnamen tahun ini belum maksimal. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan komitmen untuk mendorong kompetisi yang lebih besar pada tahun berikutnya. Samsul bahkan menyampaikan gagasan agar turnamen sepak bola mini tingkat Kecamatan Gempol dapat berkembang menjadi kompetisi antarkecamatan.

Menurut Samsul, peningkatan skala turnamen membutuhkan persiapan dan dukungan bersama. Karena itu, KKGO, sekolah, pemerintah daerah, serta pihak terkait diharapkan dapat melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tahun ini untuk kemudian memperbaiki konsep kompetisi pada tahun mendatang.

“Kami mohon maaf untuk tahun ini belum bisa maksimal, tapi tahun depan dapat dioptimalkan supaya turnamen mini sepak bola antar sekolah dasar se-Kecamatan Gempol bisa naik kelas menjadi antar-kecamatan,” katanya.

Grand Final Sepak Bola Mini Gempol Memanas, DPRD Dorong Naik Kelas
Foto grand final sepak bola mini antar-SD Kecamatan Gempol, pemain usia sekolah dasar bertanding di Lapangan Bulusari, didampingi guru, orang tua, KKGO, pejabat daerah, dan prosesi penyerahan penghargaan.

Rapid Asesmen Santri Korban Keracunan MBG Sidoarjo

Gagasan tersebut membuka peluang lebih besar bagi siswa sekolah dasar di Kabupaten Pasuruan untuk mendapatkan pengalaman bertanding dengan peserta dari wilayah lain. Kompetisi antarkecamatan juga dapat menjadi ajang pemetaan potensi atlet muda sekaligus memperluas pengalaman para pemain.

Samsul juga mendorong agar turnamen berikutnya tidak hanya melibatkan sekolah dasar, tetapi dapat memperluas partisipasi dengan madrasah ibtidaiyah atau MI. Menurutnya, semakin banyak lembaga pendidikan yang terlibat, semakin besar pula ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan kemampuan dan mengembangkan minat mereka dalam olahraga sepak bola.

“Kami berharap kepada rekan-rekan KKGO dan para sekolah untuk giat turnamen sepak bola antar lembaga sekolah dasar ini dengan MI supaya lebih semarak lagi,” ujarnya.

Setelah sambutan dan penutupan resmi, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan doa. Panitia kemudian menyerahkan hadiah kepada para pemenang turnamen serta penghargaan The Best Player sebagai bentuk apresiasi terhadap peserta yang dinilai menonjol selama kompetisi.

Turnamen ini tidak sekadar menjadi perebutan gelar juara. Bagi para siswa, pertandingan menjadi pengalaman penting untuk belajar sportivitas, disiplin, kerja sama, dan keberanian menghadapi kompetisi. Dukungan orang tua juga menjadi bagian penting karena mereka hadir memberikan semangat kepada anak-anak selama menjalani pertandingan.

Dengan berakhirnya grand final, turnamen sepak bola mini antar-SD se-Kecamatan Gempol tahun 2026 meninggalkan catatan penting bagi pembinaan olahraga pelajar. Dukungan DPRD dan keinginan menaikkan level kompetisi menjadi antarkecamatan menunjukkan adanya peluang pengembangan yang lebih besar.

Turnamen sepak bola mini Gempol menjadi wadah positif untuk membangun bibit atlet sejak usia sekolah. Jika konsisten dikembangkan dan melibatkan lebih banyak sekolah serta MI, kompetisi ini berpotensi menjadi salah satu agenda pembinaan sepak bola pelajar yang lebih besar di Kabupaten Pasuruan. (D2Y/red)