PASURUAN — Polres Pasuruan edukasi AI kepada lebih dari 300 pelajar SMAN 1 Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Rabu (23/9/2026), melalui sosialisasi teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mendorong pemanfaatan teknologi secara bijak, positif, kritis, dan bertanggung jawab di kalangan generasi muda.
Kegiatan yang berlangsung di SMAN 1 Purwosari tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada pelajar mengenai perkembangan teknologi digital yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Para peserta mendapatkan pengenalan mengenai AI sekaligus gambaran mengenai pemanfaatannya dalam aktivitas belajar dan pengembangan kreativitas.
Dalam kegiatan tersebut, Polres Pasuruan tidak hanya mengenalkan AI sebagai teknologi yang mampu membantu berbagai pekerjaan, tetapi juga menekankan pentingnya sikap bijak saat menggunakannya. Pelajar didorong memahami bahwa teknologi dapat memberikan manfaat apabila digunakan sesuai kebutuhan dan tidak menggantikan sikap kritis penggunanya.
Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono mengatakan perkembangan AI merupakan bagian dari perubahan teknologi yang tidak dapat dihindari. Karena itu, menurutnya, generasi muda perlu memiliki pemahaman yang cukup agar mampu menggunakan AI untuk kegiatan yang memberikan manfaat.
“AI merupakan perkembangan teknologi yang tidak bisa kita hindari. Karena itu, yang penting adalah bagaimana para pelajar memahami dan memanfaatkannya secara bijak, terutama untuk mendukung proses belajar dan kegiatan yang positif,” ujar AKBP Harto Agung Cahyono.

Baca juga :
Bhabinkamtibmas Tosari Rutin Cek Tanaman Kentang, Dukung Ketahanan Pangan Warga
Polres Pasuruan juga mendorong para pelajar tidak berhenti sebagai pengguna teknologi. AI dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendukung proses belajar, mencari referensi, mengembangkan kreativitas, menyusun ide, hingga membantu menghasilkan berbagai karya. Namun, pemanfaatan tersebut tetap perlu disertai pemahaman mengenai batasan dan tanggung jawab pengguna.
Pesan lain yang ditekankan dalam edukasi tersebut berkaitan dengan kemampuan pelajar memilah informasi. Kemudahan memperoleh jawaban melalui AI tidak berarti seluruh informasi yang dihasilkan dapat langsung dianggap benar. Pelajar tetap perlu melakukan pengecekan terhadap sumber dan membandingkan informasi sebelum menggunakannya.
Literasi digital menjadi bagian penting di tengah perkembangan AI yang semakin cepat. Kemampuan menggunakan teknologi harus berjalan beriringan dengan kemampuan berpikir kritis. Dengan demikian, pelajar tidak hanya mengetahui cara memakai AI, tetapi juga memahami risiko ketika informasi yang belum terverifikasi langsung dipercaya atau disebarluaskan.
Edukasi AI di SMAN 1 Purwosari juga menunjukkan bahwa pengenalan teknologi kepada pelajar tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan perangkat digital. Ada aspek tanggung jawab, kreativitas, keamanan informasi, serta kemampuan melakukan verifikasi yang perlu diperhatikan. Hal tersebut menjadi penting karena pelajar merupakan salah satu kelompok yang semakin dekat dengan perkembangan teknologi digital.
Melalui kegiatan ini, Polres Pasuruan berharap para pelajar mampu memanfaatkan AI secara tepat untuk mendukung proses belajar dan menghasilkan karya positif. Edukasi tersebut sekaligus diharapkan memperkuat literasi digital generasi muda agar perkembangan teknologi dapat digunakan secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.(Humas)



















