Pasuruan, pojokkasus.com -Tim tapak tilas sungai kambeng sepanjang aliran sungai di Dusun Kambeng, Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol masih berlangsung. Tapak tilas terdiri dari beberapa tim media dilakukan menyusul laporan warga terkait dugaan pencemaran air yang ditandai perubahan warna, bau menyengat, serta munculnya busa di permukaan sungai.
Berbekal pengaduan masyarakat, tim menyusuri tepian Sungai Kambeng sejauh ratusan meter. Jalur yang dipenuhi semak belukar dan medan sulit tidak menghentikan langkah tim untuk memastikan langsung kondisi sungai yang selama ini menjadi perhatian warga sekitar.
Keterangan warga menunjukkan kondisi air sungai berubah dibanding sebelumnya. Mereka mengaku air kini lebih sering berwarna cokelat kehitaman pada malam hingga dini hari, mengeluarkan aroma tidak sedap, serta dipenuhi busa.
Keluhan tersebut telah berlangsung berulang kali sehingga memicu keresahan masyarakat.
Sejumlah warga kab. Pasuruan pun khususnya kecamatan gempol menegaskan..”Kami, masyarakat Kabupaten Pasuruan, berharap pemerintah daerah, instansi terkait, dan aparat penegak hukum segera mengambil tindakan nyata dalam menyikapi persoalan yang diduga merugikan warga, khususnya terkait adanya dugaan pencemaran limbah B3 di Desa Kepulungan.

http://Baca juga Ketua DPRD Sidoarjo Bahas APBD 2025 Transparan
Sungai Kambeng Berubah Warna, Warga Gempol Desak Audit Lingkungan
Kami berharap dilakukan investigasi dan pengawasan secara menyeluruh, transparan, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Apabila ditemukan adanya pelanggaran, kami berharap pihak yang bertanggung jawab diberikan sanksi sesuai hukum yang berlaku..”Ujarnya. Sabtu, (01/08/2027)
Harapan kami sederhana, yaitu terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan aman bagi seluruh masyarakat, serta adanya kepastian bahwa setiap laporan dan keluhan warga ditindaklanjuti secara serius demi melindungi kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan..”Harapan warga.
Di sisi lain. Warga yang kesal pun menegaskan..”ya sudah tahu ada undang undang nya tapi kalau money satu koper tertutup mata tolong d cek limbah liman hati, celetuk warga.
“Warga juga berkomentar Tolong dicek pabrik liman jaya hati ojok diam seperti patung pejabat provinsi kabupaten, enk.e di buntu ae cerobong limbahe percuma orang” banyak berkeliaran ttp lancar buange..”
Selama penelusuran, tim mendokumentasikan beberapa saluran yang mengarah ke badan Sungai Kambeng dari kawasan industri di sekitar lokasi. Saat pengamatan berlangsung, terlihat cairan berwarna kuning kecokelatan disertai busa mengalir menuju sungai.
Hasil temuan Investigasi :
– Warga melaporkan perubahan warna air.
– Air sungai disebut mengeluarkan bau menyengat.
– Busa terlihat di sejumlah titik aliran.
– Tim menemukan saluran yang mengarah ke badan sungai.
– Belum ada hasil uji laboratorium maupun keterangan resmi mengenai penyebab perubahan kualitas air.
Tim menduga kondisi tersebut berkaitan dengan limbah cair industri. Namun hingga berita ini diterbitkan, dugaan tersebut belum dapat dipastikan karena belum tersedia hasil pengujian laboratorium maupun pernyataan resmi dari instansi berwenang mengenai kualitas air Sungai Kambeng.
Masyarakat mendesak pemerintah bersama BBWS Brantas, Dinas PU Pengairan, serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan segera melakukan inspeksi lapangan, pengambilan sampel air, uji laboratorium independen, dan menyampaikan hasil pemeriksaan secara terbuka kepada publik.
Apabila nantinya ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan lingkungan hidup, warga meminta penegakan hukum dilakukan sesuai peraturan yang berlaku. Media ini juga membuka ruang hak jawab bagi perusahaan maupun instansi terkait untuk memberikan klarifikasi atas temuan lapangan dan keluhan warga. Bersambung (Dedy,Tim)













