SIDOARJO, pojokkasus.com – 13 RT kompak dalam menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang Ke-81 menjadi momentum perayaan yang menyatukan masyarakat Desa Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo. Karnaval yang melibatkan 13 RT digelar dengan menampilkan tarian budaya dan musik modern, sedangkan Barik’an berlangsung di RT 08 RW 03 pada Minggu malam (16/8/2026) sebagai ungkapan syukur menyambut peringatan kemerdekaan pada 17 Agustus 2026.
Kemeriahan Karnaval Kemerdekaan terlihat sejak peserta mulai bergerak menyusuri jalan desa. Setiap RT membawa konsep berbeda dengan kreativitas masing-masing. Perpaduan tarian budaya, kostum, hiburan dan iringan musik modern membuat suasana semakin hidup. Warga tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga ikut meramaikan sepanjang rute yang menjadi pusat perhatian masyarakat.
Rute karnaval mencapai kurang lebih satu kilometer dengan ratusan warga memadati sisi jalan. Sebagian penonton menyaksikan langsung penampilan peserta, sementara lainnya mengabadikan momen menggunakan telepon seluler. Kegiatan dimulai sekitar pukul 16.00 WIB dan berlangsung hingga sekitar pukul 22.00 WIB. Seluruh rangkaian disebut berjalan aman, tertib dan dalam suasana kekeluargaan.
Hal yang menarik dari kegiatan tersebut adalah seluruh persiapan dilakukan secara swadaya masyarakat. Setiap RT menyusun konsep, menyiapkan perlengkapan, mengorganisasi peserta hingga menentukan bentuk penampilan. Tidak bergantung pada satu konsep besar, masing-masing lingkungan justru diberi ruang untuk menunjukkan kreativitas. Pola tersebut membuat Karnaval Kalidawir memiliki karakter yang beragam dan terasa dekat dengan masyarakat.

http://Baca juga Semarak Kemerdekaan RI ke-81 RT 01 RW 03
http://Simak juga HUT ke-7 GGC Gempol Pererat Silaturahmi
Kepala BPD Desa Kalidawir mengapresiasi kekompakan warga dalam menyukseskan kegiatan. Menurutnya, kemeriahan bukan semata-mata ditentukan oleh fasilitas atau besarnya anggaran, tetapi lahir dari kemauan warga untuk bergotong royong. Ia menilai kreativitas yang muncul dari 13 RT menjadi bukti bahwa masyarakat mampu menghidupkan perayaan kemerdekaan melalui kemampuan dan potensi lingkungan masing-masing.
“Alhamdulillah, karnaval bisa terselenggara dengan baik. Semuanya merupakan hasil swadaya dari masing-masing RT dan kreativitas warga. Kami melihat sendiri bagaimana masyarakat bergotong royong menyiapkan penampilan terbaiknya.”
Semangat tersebut berlanjut pada malam menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Di lingkungan RT 08 RW 03, warga menggelar tradisi Barik’an. Anak-anak, pemuda, orang tua hingga para sesepuh duduk bersama dalam suasana sederhana. Hidangan yang dibawa warga dikumpulkan untuk dinikmati bersama setelah doa dan syukuran selesai. Bagi masyarakat setempat, Barik’an menjadi ruang untuk mempererat hubungan antartetangga.
Ketua RT 08 RW 03, Bakri, mengatakan tradisi Barik’an sengaja dipertahankan karena memiliki nilai kebersamaan. Menurutnya, peringatan kemerdekaan tidak hanya identik dengan hiburan dan perlombaan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui rasa syukur, doa bersama, penghormatan kepada para pahlawan serta kepedulian terhadap lingkungan. Ia berharap generasi muda memahami nilai yang terkandung di balik tradisi tersebut.
“Kami ingin tradisi ini terus hidup. Anak-anak muda juga perlu mengetahui bahwa memperingati kemerdekaan bukan hanya soal meriah, tetapi bagaimana kita bersyukur, menghargai perjuangan para pahlawan dan menjaga kerukunan antarwarga.”
Ketua Panitia Karnaval juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh RT, peserta, masyarakat dan pihak yang mendukung kegiatan. Menurutnya, keberhasilan acara merupakan hasil kerja bersama.
Poin utama rangkaian kegiatan warga Kalidawir meliputi :
- 13 RT berpartisipasi dalam karnaval.
- Rute karnaval sekitar satu kilometer.
- Ratusan warga hadir sebagai penonton.
- Karnaval berlangsung sekitar pukul 16.00–22.00 WIB.
- Barik’an RT 08 RW 03 digelar malam 16 Agustus.
- Seluruh kegiatan mengedepankan swadaya dan gotong royong.
Rangkaian Karnaval dan Barik’an akhirnya menunjukkan bahwa perayaan HUT RI ke-81 di Desa Kalidawir tidak berhenti pada kemeriahan. Di balik musik, tarian dan kreativitas warga, terdapat pesan tentang kebersamaan, rasa syukur dan pelestarian tradisi. Kesimpulannya, semangat kemerdekaan dapat tumbuh dari lingkungan paling dekat ketika warga mau bergerak bersama, menjaga kerukunan dan memberi ruang bagi setiap generasi untuk berpartisipasi. (Akbar)













