Dinkes Sidoarjo Gelar Screening HIV Sifilis di Lapas, Jangkau Ratusan Warga Binaan  

Sidoarjo,pojokkasus.com — Dinkes Sidoarjo melaksanakan screening HIV Sifilis bagi warga binaan di Lapas Sidoarjo Kelas IIA sebagai upaya deteksi dini dan pengendalian penyakit menular, Sabtu (26/9/2026).

Program berlangsung 4 minggu, setiap Sabtu, menjangkau 100 orang per sesi.

Kegiatan ini telah memasuki pertemuan kedua. Pemeriksaan dilakukan secara cermat dengan memperhatikan privasi dan kenyamanan setiap peserta.

Hasil pemeriksaan langsung diketahui, sehingga penanganan medis dapat diberikan segera jika ditemukan kasus yang memerlukan tindak lanjut.

Tim medis dari Dinas Kesehatan Sidoarjo bekerja sama erat dengan petugas Lapas. Seluruh proses mengikuti standar pelayanan kesehatan resmi.

Pemeriksaan ini bukan sekadar pengecekan, melainkan jaminan pemenuhan hak kesehatan warga binaan selama menjalani masa pembinaan.

Dinkes Sidoarjo
Dinkes Sidoarjo gelar screening HIV Sifilis di Lapas Sidoarjo selama 4 minggu, periksa 100 warga binaan tiap Sabtu. Deteksi dini, lindungi kesehatan & cegah penularan

“Kegiatan ini bentuk sinergi nyata antara Lapas Sidoarjo dan Dinkes Sidoarjo. Kami berharap seluruh rangkaian berjalan lancar dan membawa manfaat nyata bagi kesehatan warga binaan,” ujar pejabat struktural Lapas Kelas IIA Sidoarjo.

Program ini dirancang untuk memperluas cakupan penemuan kasus secara dini. Semakin cepat kasus diketahui, semakin efektif penanganannya.

Selain pemeriksaan, petugas juga memberikan edukasi pentingnya menjaga kebersihan dan pemeriksaan kesehatan berkala.

Setiap minggu, seratus warga binaan diperiksa secara bergilir. Target keseluruhan akan tercapai pada akhir periode empat minggu ke depan.

Langkah ini juga mencegah penularan lebih luas di lingkungan pemasyarakatan yang padat.

Pihak Lapas menegaskan dukungan penuh terhadap program kesehatan ini.

Kolaborasi lintas instansi dianggap sangat penting untuk menjaga lingkungan yang sehat, aman, dan kondusif.

Warga binaan yang sehat juga akan lebih mudah dibina dan dipersiapkan kembali ke masyarakat.

PENGADILAN AGAMA bangil tolak GUGATAN pemohon, termohon menangkan perkara

“Edukasi dan pemeriksaan berkelanjutan menjadi benteng utama menjaga kesehatan warga binaan.

Kami pastikan tidak ada yang terlewat dari pemeriksaan,” tambah perwakilan Dinkes Sidoarjo.

Melalui program ini, diharapkan angka penemuan kasus HIV dan sifilis di Kabupaten Sidoarjo meningkat. Deteksi dini berarti penyelamatan nyawa sekaligus pencegahan penularan.

Sinergi ini menjadi teladan pelayanan kesehatan yang inklusif, tidak membedakan status, dan mengutamakan kesejahteraan setiap orang.

Kesehatan adalah hak semua orang, termasuk warga binaan. Dengan pemeriksaan menyeluruh, Lapas Sidoarjo bukan hanya tempat pengawasan, melainkan ruang pemulihan dan perbaikan yang mendukung masa depan lebih baik.

Penulis: @NitEditor: @Redaksi Pojokkasus
IMG-20260327-WA0038