PASURUAN, pojokkasus.com – Bimtek CPPOB digelar untuk mendorong peningkatan mutu dan nilai tambah produk olahan mangga sekaligus menekan susut hasil pascapanen di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) tersebut diselenggarakan Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Pemanis dan Serat (BRMP Tanaman Pemanis dan Serat) bersama program strategis Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE).
Program tersebut menyasar pelaku usaha dan kelompok tani yang tergabung dalam kawasan korporasi mangga di Kabupaten Pasuruan. Kegiatan mendapat dukungan Kementerian Pertanian serta The World Bank sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas pelaku pertanian dan pengolahan hasil komoditas.
Sumbangan Rasa Pungli Di SMPN 1 Bululawang Dilaporkan Bupati Malang
Tingkatkan Mutu Produk Olahan Mangga
Dalam pelaksanaan kegiatan, peserta memperoleh pembekalan mengenai penerapan standar produksi pangan olahan yang baik. Materi menitikberatkan pada aspek kebersihan, sanitasi, keamanan pangan, serta pengendalian proses produksi agar produk olahan mangga memiliki mutu yang lebih terjamin.
Ibu Endah Khiriati Ningsih, SE, istri Kepala Desa Oro-Oro Ombo Wetan Amin Tohari, S.T., turut hadir bersama para kader dan masyarakat setempat. Kehadiran masyarakat menunjukkan dukungan terhadap upaya peningkatan kapasitas petani dan pelaku usaha dalam mengembangkan potensi mangga lokal.
Penerapan CPPOB juga memberikan pemahaman kepada pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) mengenai pentingnya memenuhi standar produksi pangan. Kepatuhan terhadap standar tersebut menjadi bagian penting dalam proses pengembangan usaha dan pemenuhan persyaratan perizinan pangan olahan.
Dari Pascapanen Menuju Hilirisasi
Selain membahas proses produksi, kegiatan memberikan pendampingan terkait penyusunan dokumen higiene dan sanitasi. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai penyusunan alur produksi yang aman untuk produk berbahan dasar mangga.
Pendampingan tersebut menjadi penting karena hasil panen mangga tidak selalu dapat terserap dalam bentuk buah segar. Pengolahan menjadi berbagai produk pangan dapat menjadi salah satu pilihan untuk memperpanjang pemanfaatan hasil panen sekaligus membuka peluang peningkatan nilai ekonomi komoditas.
BRMP Tanaman Pemanis dan Serat bersama ICARE juga mendorong peserta memahami tahapan hilirisasi serta strategi pemasaran. Dengan pengetahuan tersebut, pelaku usaha diharapkan tidak hanya berfokus pada produksi bahan baku, tetapi juga mampu mengembangkan produk yang memiliki daya saing di pasar.
Pelantikan Kawil Randupitu Tegaskan Pelayanan Desa Transparan
Perkuat Ekonomi Petani Lokal
Penguatan kapasitas pengolahan hasil pertanian dinilai dapat membuka peluang ekonomi baru bagi kelompok tani dan pelaku UMK. Produk olahan yang memenuhi prinsip keamanan pangan memiliki peluang lebih besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
Kolaborasi antara BRMP Tanaman Pemanis dan Serat, ICARE, pemerintah, kelompok tani, dan masyarakat menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pertanian yang lebih terintegrasi. Pendekatan tersebut menghubungkan sektor produksi, pengolahan, hingga pemasaran dalam satu rangkaian pengembangan komoditas.
Melalui Bimtek CPPOB, pengembangan komoditas mangga di Pasuruan diharapkan tidak berhenti pada peningkatan produksi. Pengetahuan tentang keamanan pangan, pengolahan, hilirisasi, dan pemasaran menjadi modal bagi petani serta pelaku usaha untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian.
Program ini pada akhirnya diharapkan mampu membantu mengurangi susut pascapanen, memperluas peluang usaha, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat melalui pengembangan produk olahan mangga yang aman, bermutu, dan memiliki nilai tambah.(Teguh)



















