Polres Pasuruan & Bhayangkari Peluk Warga Terdampak Kekeringan

PASURUAN, pojokkasus.com – Polres Pasuruan bersama Bhayangkari Pasuruan membuktikan bahwa kepedulian adalah bahasa yang paling mudah dipahami warga, terutama saat kekeringan Desa Jatiarjo membuat air bersih menjadi barang berharga. Rabu (21/10/2026), Kapolres AKBP Irawan Setyono dan Ny. Putri Irawan memimpin langsung penyaluran bantuan ke Dusun Cowek, Kecamatan Prigen, membawa tidak hanya air bersih dan bansos, tetapi juga harapan bagi warga yang mulai kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 13.00 hingga 13.45 WIB ini mengusung tema “Polri Peduli Lingkungan”. Bukan sekadar seremonial singkat, acara ini dirancang agar aparat bisa benar-benar menyatu dengan warga — mendengar, memahami, dan merasakan langsung apa yang sedang dialami masyarakat setempat.

Di lokasi, terlihat kebersamaan yang menyentuh hati. Hadir pula jajaran Polsek Prigen, perangkat desa, serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang sehari-hari berdiri di garis terdepan bersama warga. Semua bahu-membahu menyalurkan bantuan dengan senyum dan sapaan hangat.

Bantuan yang diserahkan mencakup :

  • Air bersih untuk kebutuhan mendesak warga
  • Bantuan sosial untuk meringankan beban ekonomi keluarga terdampak
Polres Pasuruan & Bhayangkari Peluk Warga
Polres Pasuruan bersama Bhayangkari Cabang Pasuruan melaksanakan kegiatan “Polri Peduli Lingkungan” di Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen yang terdampak kekeringan. Kapolres AKBP Irawan Setyono dan Ny. Putri Irawan menyalurkan air bersih dan bansos, lalu berdialog langsung dengan warga untuk mempererat silaturahmi.

Baca juga

Tarian Exavator Ratakan 67 Bangunan Liar Di Sidoarjo

Bagi warga Dusun Cowek, bantuan ini sangat berarti. Sumur-sumur di sekitarnya mengering. Anak-anak harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk mendapatkan air bersih. Bantuan ini setidaknya memberi jeda napas bagi keluarga-keluarga yang paling terdampak.

Ny. Putri Irawan selaku Ketua Bhayangkari Cabang Pasuruan menyampaikan bahwa kehadiran mereka adalah bentuk kepedulian keluarga besar Polri. “Kami datang bukan hanya sebagai pemberi bantuan, tetapi sebagai saudara yang ikut merasakan kesulitan Bapak dan Ibu sekalian,” ucapnya dengan tulus.

Setelah penyerahan bantuan, momen ramah tamah menjadi bagian yang paling dihargai warga. Kapolres dan rombongan tidak terburu-buru pergi. Mereka duduk, bercerita, dan mendengarkan. Warga pun perlahan terbuka — menceritakan harapan dan tantangan yang mereka hadapi sehari-hari.

Komunikasi dua arah seperti inilah yang membangun kepercayaan yang sesungguhnya. Warga tidak lagi melihat seragam sebagai simbol otoritas semata, tetapi sebagai tanda bahwa ada pihak yang peduli dan siap mendengarkan aspirasi mereka.

Hot news

No More Bullying, Polisi Jogo Sekolah Jatim Siap Jadi Sahabat

Kapolres Pasuruan menegaskan: “Polri hadir bukan hanya saat ada gangguan keamanan. Ketika alam tidak bersahabat dan warga kesulitan, kami ada di sana. Itu bagian dari pengabdian kami kepada masyarakat.” Pernyataan sederhana ini meruntuhkan sekat yang selama ini kadang terbangun antara polisi dan masyarakat.

Diharapkan, langkah kecil namun nyata ini dapat menginspirasi sinergi yang lebih luas. Bukan hanya menunggu musibah datang, tetapi membangun kebersamaan sejak dini. Semakin erat hubungan Polri dan masyarakat, semakin kuat pula pertahanan kita bersama menghadapi tantangan apa pun — termasuk perubahan iklim dan kekeringan yang kian terasa dampaknya.

Polres Pasuruan dan Bhayangkari menunjukkan bahwa pelayanan publik yang bermakna dimulai dari kepekaan terhadap kebutuhan paling mendasar warga — air bersih. Di tengah musim yang sulit, kehadiran yang tulus dan cepat ternyata mampu menanamkan harapan yang lebih kuat dari sekadar bantuan materi. Semoga kepedulian ini terus mengalir, karena di mana ada perhatian, di situ masyarakat akan merasa benar-benar dimiliki dan dilindungi oleh negaranya.

(Akbar / Humas)

IMG-20260327-WA0038