Pasuruan, pojokkasus.com – Proyek APBD 2026 kembali menjadi perhatian warga setelah akses jalan penghubung Dusun Ngering, Desa Legok, Kecamatan Gempol menuju Kejapanan belum juga diperbaiki meski Pemerintah Kabupaten Pasuruan telah mengalokasikan anggaran Rp389,88 juta untuk rehabilitasi jalan tersebut melalui APBD Tahun 2026.
Kondisi jalan yang rusak parah membuat warga kecewa karena jalur penghubung antardesa yang menjadi akses utama mobilitas masyarakat masih dipenuhi lubang dan permukaan tidak rata. Kerusakan ini sudah berlangsung bertahun-tahun dan belum mendapat penanganan permanen.
Pemkab Pasuruan sebelumnya melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi menyebut dana rehabilitasi jalan kelas II telah disiapkan sebagai bagian dari upaya memperbaiki akses yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
Kepala Desa Legok, Nur Salam membenarkan adanya rencana pembangunan jalan tersebut. Ia menjelaskan pengukuran teknis bahkan sudah dilakukan sebelum bulan puasa lalu, namun sampai sekarang pengerjaan proyek belum terlihat di lokasi.
Warga mengaku kondisi jalan semakin berbahaya ketika musim hujan tiba. Genangan air kerap menutupi lubang di badan jalan sehingga pengendara sulit memperkirakan tingkat kerusakan dan rawan mengalami kecelakaan.

Keluhan juga datang dari pengguna kendaraan roda empat maupun pengangkut barang. Mereka harus memperlambat kendaraan karena khawatir mengalami kerusakan saat melintas di jalur tersebut.
Kerusakan jalan tak hanya mengganggu keselamatan, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat. Distribusi barang menjadi lebih lambat dan mobilitas warga menuju wilayah sekitar ikut terganggu.
Polres Pasuruan Ajak Masyarakat Gempur Rokok Ilegal: “Laporkan, Selamatkan Negara”
https://www.facebook.com/pojok.kasuscom
Di tengah belum terealisasinya proyek pemerintah, warga akhirnya meminta bantuan PT Jayamik untuk melakukan perbaikan sementara di titik-titik yang mengalami kerusakan paling parah. Bantuan tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat dan Ketua BPD karena dianggap sangat membantu akses harian warga.
Sorotan utama dalam persoalan ini :
– Jalan rusak bertahun-tahun
– Anggaran sudah dialokasikan
– Pengukuran proyek telah dilakukan
– Belum ada pengerjaan fisik
– Warga minta kepastian pemerintah
Warga kini berharap Pemkab Pasuruan segera merealisasikan proyek rehabilitasi Jalan Ngering agar akses vital penghubung Dusun Ngering hingga Kejapanan kembali layak digunakan. Kesimpulannya, masyarakat tidak hanya menunggu perbaikan jalan, tetapi juga menanti bukti nyata bahwa anggaran yang telah diumumkan benar-benar diwujudkan untuk kepentingan warga. (D2Y)







