Penemuan Mayat Lansia Dalam Mobil Odong-odong Desa Putat Mengejutkan Warga

SIDOARJO,pojokkasus.com – Penemuan mayat lansia meninggal di dalam mobil odong-odong di samping sebuah warung kawasan Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jumat pagi membuat warga panik. Korban bernama H. Suparno, warga Balunggabus, Kecamatan Candi. Sebelumnya, korban masih terlihat berada di lokasi untuk beristirahat setelah aktivitas mencari rumput. Warga kemudian panik ketika tubuh korban dibangunkan tetapi tidak memberikan respons.

Keberadaan H. Suparno di sekitar warung sebenarnya bukan hal yang asing bagi pemilik usaha. Menurut FR, pemilik warung, korban cukup sering datang atau singgah untuk beristirahat. Aktivitas tersebut biasanya dilakukan setelah korban bekerja mencari rumput. Karena itu, ketika korban terlihat duduk atau berbaring di lokasi pada Jumat pagi, saksi tidak langsung menaruh curiga.

FR membuka warung sekitar pukul 08.00. Sekitar setengah jam kemudian, tepatnya pukul 08.30, FR pergi mengantar anak sekolah. Saat meninggalkan lokasi, korban masih terlihat berada di sekitar warung. Sekitar pukul 09.00, FR kembali dan mendapati H. Suparno masih berada di tempat. Korban terlihat seperti sedang tidur atau beristirahat sehingga aktivitas di warung tetap berlangsung seperti biasa.

Kecurigaan muncul setelah waktu berjalan dan korban tidak juga bangun. Setelah ibadah Salat Jumat selesai, FR mencoba membangunkan korban. Namun, tubuh korban tidak memberikan respons. Warga yang berada di sekitar lokasi kemudian ikut memastikan kondisi tersebut sebelum akhirnya meminta bantuan kepada perangkat lingkungan dan pemerintah desa.

Kakek berusia sekitar 70 tahun ditemukan meninggal di mobil odong-odong kawasan Desa Putat, Tanggulangin, Sidoarjo. H. Suparno sebelumnya terlihat beristirahat setelah mencari rumput. Identitas korban diketahui melalui barang yang ditemukan bersama sepeda motor Honda Supra.

Mubes KJJT Indonesia Digelar, 125 Jurnalis Siap Satukan Langkah

Informasi mengenai kondisi korban kemudian disampaikan kepada RT dan RW serta Pemerintah Desa Balunggabus. Petugas kepolisian, TNI dan tim kesehatan selanjutnya datang ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal. Petugas memastikan kondisi korban sebelum melakukan proses evakuasi. Korban kemudian dibawa menuju RS Bhayangkara untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut sesuai prosedur.

Identitas H. Suparno diketahui melalui sejumlah barang yang ditemukan di lokasi. Warga dan petugas melakukan penelusuran terhadap barang-barang yang ditinggalkan korban. Salah satu petunjuk disebut berupa kartu pelajar milik cucu korban. Petunjuk tersebut kemudian membantu proses pencarian informasi mengenai keluarga dan identitas korban.

Selain barang pribadi, satu unit sepeda motor Honda Supra juga ditemukan di sekitar lokasi. Sepeda motor tersebut membawa engkrek dan karung yang berisi rumput. Barang tersebut menjadi petunjuk mengenai aktivitas korban sebelum singgah di kawasan warung.

Pada bagian jok sepeda motor juga terdapat dokumen atau petunjuk yang membantu proses identifikasi. Dari berbagai informasi tersebut, korban akhirnya diketahui sebagai H. Suparno, warga Balunggabus, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo. Identifikasi itu kemudian mempermudah koordinasi antara petugas, perangkat desa dan pihak keluarga.

Aduan Warga Masuk Instagram, Satlantas Gresik Patroli Truk Tanpa Terpal

FR mengatakan korban memang kerap menggunakan lokasi sekitar warung sebagai tempat beristirahat. Karena sudah terbiasa melihat korban singgah, saksi awalnya tidak mengira akan terjadi peristiwa tersebut. Kondisi korban yang semula terlihat seperti sedang beristirahat baru menimbulkan kecurigaan ketika tidak merespons saat dibangunkan.

“Biasanya Kakek Suparno singgah untuk istirahat setelah mencari rumput. Saat saya buka warung, beliau masih ada. Saya kemudian mengantar anak sekolah. Setelah kembali, saya melihat beliau tidur. Sampai selesai Salat Jumat belum bangun, akhirnya saya coba membangunkan dan menghubungi RT serta RW,” kata FR.

Hingga saat ini, belum terdapat informasi resmi yang menjelaskan secara pasti penyebab meninggalnya H. Suparno. Riwayat penyakit dan kondisi medis korban sebelum kejadian juga belum diketahui secara jelas. Karena itu, informasi mengenai penyebab kematian tidak dapat disimpulkan hanya dari kondisi korban saat ditemukan.

Korban telah dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk proses lebih lanjut. Pihak pelapor juga menyatakan siap membantu koordinasi setelah proses evakuasi, termasuk komunikasi dengan perangkat desa dan pihak keluarga. Peristiwa ini menjadi perhatian warga karena korban sebelumnya masih terlihat menjalani aktivitas seperti biasa, kemudian ditemukan tidak memberikan respons. Selanjutnya, proses penanganan diserahkan kepada pihak berwenang sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku.(D2Y/RED)

Exit mobile version