Pasar Kepulungan Terbakar, Pemdes Siapkan Langkah Pedagang

PASURUAN, pojokkasus.com — Pasar Kepulungan terbakar pada Sabtu (26/9/2026), menghanguskan sekitar 300 kios dan lapak dari total 360 unit di bagian dalam pasar. Pemerintah Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, kini berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat penanganan dan membantu pedagang kembali berjualan.

Pada Selasa (29/9/2026), Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat, S.Ag., M.Pd.I., bersama Kepala Desa Kepulungan Didik Hartono, S.H., M.H., menemui para pedagang terdampak. Pertemuan itu menjadi ruang bagi pedagang untuk menyampaikan kondisi, kebutuhan, dan harapan setelah kebakaran.

Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran. Petugas telah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk kabel, token listrik, dan material bangunan yang terbakar. Dugaan awal mengarah pada gangguan arus pendek listrik, tetapi polisi belum menetapkan kesimpulan akhir. Dua warga juga mengalami luka ringan dalam peristiwa tersebut.

Para pedagang meminta pemerintah mempercepat penanganan agar mereka dapat kembali menjalankan usaha. Mereka menilai keberadaan tempat berjualan sangat penting untuk menjaga pendapatan keluarga dan memutar kembali modal usaha.

Visual Pemerintah Desa Kepulungan berkoordinasi menangani pasar terbakar. Ketua DPRD Pasuruan Samsul Hidayat menemui pedagang dan membahas opsi bantuan.

Kepemimpinan Polres Pasuruan Berganti, AKBP Irawan Setyono Gantikan AKBP Harto Agung Cahyono

Salah seorang pedagang, Sugiyati, mengatakan kebakaran menyebabkan kerugian sekitar Rp10 juta. Nilai tersebut mencakup barang dagangan dan peralatan usaha yang ikut terbakar.

Sebelum kebakaran, Sugiyati memperoleh pendapatan kotor sekitar Rp500 ribu hingga Rp1 juta per hari. Ia menggunakan sebagian pendapatan itu untuk membeli stok barang, membayar kebutuhan operasional, dan memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Sugiyati berharap pemerintah mempertahankan lokasi pasar di tempat semula. Pedagang khawatir pemindahan ke lokasi yang terlalu jauh dapat mengurangi jumlah pembeli dan menyulitkan mereka menjangkau tempat usaha.

Selain lokasi berjualan, pedagang juga mengharapkan dukungan melalui program usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ketahanan pangan. Mereka meminta pemerintah daerah menyiapkan bantuan yang dapat membantu pemulihan usaha secara bertahap.

Visual keterangan dari salah satu pedagang di pasar desa kepulungan

Kodim 0816 Salurkan 16 Ribu Liter Air Bersih Jabon

Pemerintah dan pihak terkait mulai membahas tiga alternatif sumber bantuan, yakni Bantuan Keuangan Khusus (BKK), Bantuan Tidak Terduga (BDT), dan bantuan melalui BBDD. Pelaksanaan setiap skema akan mengikuti ketentuan serta kemampuan anggaran pemerintah.

Pengajuan BKK untuk pembangunan atau penanganan pasar membutuhkan proses perencanaan anggaran. Jika pemerintah memasukkan kebutuhan tersebut dalam perencanaan, bantuan dapat diupayakan. Namun, apabila belum tercantum, penganggaran berpotensi baru berjalan pada tahun berikutnya.

Pemerintah juga membahas BDT sebagai opsi penanganan darurat. Skema itu dapat digunakan apabila pemerintah menetapkan kondisi pasar dan pedagang terdampak sebagai keadaan darurat melalui Surat Keputusan Bupati.

Untuk kebutuhan awal, pemerintah mempertimbangkan bantuan melalui BBDD berupa penyediaan tenda. Fasilitas tersebut dapat menjadi tempat sementara bagi pedagang, tetapi pemerintah masih perlu berkoordinasi dengan pihak berwenang dan badan usaha terkait.

Pengurus pasar untuk sementara meminta pedagang tidak beraktivitas di area pasar. Polisi masih menggunakan lokasi tersebut untuk mengumpulkan barang bukti dan memeriksa bagian bangunan yang terbakar.

Visual Pemerintah Desa Kepulungan berkoordinasi menangani pasar terbakar. Ketua DPRD Pasuruan Samsul Hidayat menemui pedagang dan membahas opsi bantuan

Pembatasan aktivitas bertujuan menjaga keamanan serta memastikan proses penyelidikan berjalan tanpa gangguan. Pemerintah juga perlu menunggu hasil pemeriksaan sebelum menentukan langkah pembersihan, penataan, dan pembangunan kembali.

Data pengurus pasar menunjukkan kebakaran kali ini berdampak besar terhadap aktivitas ekonomi warga. Pada masa pandemi Covid-19, sekitar 254 pedagang juga pernah mengalami dampak terhadap kegiatan usaha di pasar tersebut.

Kini, pedagang menunggu kepastian mengenai lokasi sementara, bentuk bantuan, dan jadwal pemulihan. Mereka tidak hanya membutuhkan bangunan baru, tetapi juga akses untuk kembali memperoleh penghasilan.

Pemerintah Desa Kepulungan bersama Pemerintah Kabupaten Pasuruan perlu memastikan setiap keputusan berjalan transparan, terukur, dan sesuai aturan. Kecepatan penanganan akan menentukan seberapa cepat pedagang memulihkan usaha dan memenuhi kebutuhan keluarga.

Pemulihan Pasar Kepulungan bukan sekadar membangun kembali kios yang terbakar. Langkah tersebut juga menyangkut keberlanjutan mata pencaharian ratusan pedagang dan kestabilan ekonomi warga di sekitar pasar.

Wartawan: D2Y 

Editor: redaksi 

IMG-20260327-WA0038