PASURUAN, pojokkasus.com – Semarak Ruwah Dusun kembali mewarnai kehidupan masyarakat Desa Legok, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Tradisi tahunan yang mengusung tema “Dalam Rangka Melestarikan Budaya Leluhur dan Meningkatkan Sikap Gotong Royong” itu berlangsung pada Minggu (5/7/2026) dengan dukungan sponsorship dari Ivan Collection.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk menjaga warisan budaya sekaligus mempererat kebersamaan warga.
Sejak pagi, masyarakat mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh antusias. Acara diawali dengan kirim doa kepada para leluhur, sesepuh, dan tokoh masyarakat yang telah wafat sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pendahulu. Setelah itu, sekitar pukul 09.00 WIB, warga dari 12 RT mengikuti Kirab Ancak yang menjadi salah satu agenda utama dalam pelaksanaan Ruwah Dusun Legok tahun ini.
Tradisi tersebut tidak hanya menjadi simbol pelestarian budaya, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi antarmasyarakat. Warga dari berbagai usia terlihat bergotong royong menyiapkan ancak, mengatur jalannya kirab, hingga menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Antusiasme Warga Warnai Puncak Perayaan
Memasuki malam hari, suasana semakin semarak dengan pagelaran seni tradisional Ludruk Karya Budaya dari Mojokerto. Pertunjukan seni khas Jawa Timur itu menjadi hiburan yang dinanti masyarakat sekaligus bagian dari upaya mempertahankan eksistensi kesenian tradisional di tengah perkembangan zaman.
Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua AKD H. Jemmy Sadiman, Kepala Desa Legok Nursalam, SE beserta perangkat desa, Ketua BPD beserta anggota, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Ketua TP PKK Desa Legok beserta kader, serta Owner Ivan Collection, Samsul Bahri, yang dikenal aktif mendukung berbagai kegiatan sosial di Dusun Legok.
Ribuan warga dari Desa Legok maupun desa sekitar juga memadati lokasi untuk menyaksikan pagelaran ludruk hingga selesai.
Meski sempat diguyur hujan, jalannya acara tetap berlangsung tertib dan aman. Warga tetap bertahan menyaksikan seluruh rangkaian kegiatan sebagai bentuk dukungan terhadap tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Panitia Apresiasi Dukungan Seluruh Masyarakat
Ketua Panitia Pelaksana, Drs. Abdus Salim, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan Ruwah Dusun Legok tidak terlepas dari izin Allah SWT serta dukungan seluruh masyarakat.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur, sponsor, dan warga Dusun Legok yang telah memberikan bantuan, baik berupa tenaga, pikiran, maupun materi. Menurutnya, kebersamaan yang terbangun selama persiapan hingga pelaksanaan kegiatan menjadi bukti nyata tingginya semangat gotong royong masyarakat.
Abdus Salim berharap partisipasi seluruh elemen masyarakat tersebut dapat menjadi amal kebaikan sekaligus menjadi penyemangat untuk terus melestarikan budaya leluhur pada tahun-tahun mendatang.
Gotong Royong Jadi Teladan Antarwilayah
Kepala Desa Legok, Nursalam, SE, turut memberikan apresiasi kepada warga Dusun Legok yang dinilai selalu menunjukkan kekompakan dalam setiap kegiatan masyarakat. Ia menyebut semangat rukun, guyub, dan gotong royong yang dimiliki warga patut menjadi contoh bagi dusun lainnya di wilayah Desa Legok.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan Ruwah Dusun Legok membuktikan bahwa kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta pihak swasta mampu menghasilkan kegiatan yang bermanfaat bagi pelestarian budaya sekaligus memperkuat persatuan warga.
Sebagai bentuk penghargaan kepada peserta Kirab Ancak, panitia juga menyerahkan hadiah kepada 12 RT yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
ASN Sidoarjo Wajib Pakai Batik dan Udeng Lokal Resmi
Setelah prosesi penyerahan hadiah, acara dilanjutkan dengan pagelaran Ludruk Karya Budaya yang berlangsung meriah hingga malam.
Pelaksanaan Ruwah Dusun Legok tahun 2026 tidak sekadar menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga memperlihatkan kuatnya nilai kebersamaan yang masih hidup di tengah masyarakat.
Melalui tradisi ini, warga tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong, mempererat hubungan sosial, dan membangun sinergi dalam mewujudkan kehidupan desa yang harmonis.
Semangat tersebut menjadi pesan penting bahwa budaya akan tetap lestari apabila terus dijaga dan diwariskan secara bersama-sama oleh seluruh elemen masyarakat. (D2y/tim)







