Kurir Di Bayar Rp20 Ribu per Paket, Bandar Masih Buron

Surabaya, pojokkasus.com – Kurir di bayar Rp. 20 ribu per paket TWS (29), warga Surabaya, di amankan Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Penangkapan dilakukan usai polisi membongkar jaringan peredaran sabu yang beroperasi menggunakan aplikasi komunikasi Zangi.

Kasatresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Adik Agus Putrawan mengungkapkan tersangka menggunakan aplikasi Zangi untuk menerima instruksi dari bandar berinisial King yang kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Modus itu diduga dipilih agar komunikasi sulit dilacak aparat.

Menurut penyidik, tersangka menerima perintah mengambil paket sabu sistem ranjau di kawasan Bratang, Surabaya. Setelah mengambil barang haram tersebut, TWS kembali menunggu instruksi lanjutan dari bandar untuk menyebarkan paket ke sejumlah titik.

Dalam pengembangan kasus, polisi menyita 12 paket sabu seberat total 12,18 gram yang belum sempat diambil pembeli. Barang bukti ditemukan di beberapa lokasi berbeda di Surabaya hingga Sidoarjo.

Kurir di bayar
Kurir di bayar Rp 20 ribu di amankan Polres Pelabuhan Tanjung Perak, peredaran sabu yang memakai aplikasi Zangi untuk berkomunikasi dengan bandar King. Polisi kini memburu pelaku utama.

http://Baca juga Perkuat Sinergitas Penegak Hukum, Kapolres Pasuruan Jalin Silaturahmi dengan TNI dan Kejaksaan

http://Simak juga Sertu Haris Ajak Warga Rapikan Lingkungan, Cegah Sarang Nyamuk

Lokasi penyimpanan sabu meliputi :

– Jalan Jemursari
– Margorejo
– Pilang
– Deltasari, Sidoarjo

Polisi menyebut tersangka mendapat bayaran Rp20 ribu untuk setiap paket sabu yang berhasil diranjau. Selain uang, ia juga memperoleh sabu secara cuma-cuma sebagai imbalan untuk dipakai sendiri.

Fakta lain yang mengejutkan, TWS merupakan residivis kasus narkoba. Ia pernah menjalani hukuman penjara selama sekitar 2,5 tahun di Lapas Madiun namun kembali terlibat dalam bisnis haram tersebut.

Hingga kini Satresnarkoba masih memburu King yang diduga menjadi pengendali utama jaringan. Polisi juga terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam distribusi narkoba tersebut.

Pengungkapan ini menunjukkan jaringan narkoba terus mengubah pola operasinya dengan memanfaatkan aplikasi komunikasi terenkripsi. Polisi mengimbau masyarakat aktif memberikan informasi apabila mengetahui aktivitas mencurigakan agar peredaran narkoba dapat diberantas hingga ke akar jaringannya. (Akbar, Humas)

IMG-20260327-WA0038