SIDOARJO, pojokkasus com – Polres Gresik gandeng sekolah memberi edukasi Pelajar menjadi fokus penting dalam upaya kepolisian menjaga masa depan generasi muda di Kabupaten Gresik.
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menegaskan komitmen Polres Gresik Polda Jatim memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan melalui kegiatan edukasi sekaligus mendukung program Sekolah Rakyat Terintegrasi, Jumat (7/8/2026).
Langkah tersebut diarahkan untuk mencegah pelajar terjerumus narkoba, bullying, pelanggaran lalu lintas, dan berbagai tindakan yang berpotensi melanggar hukum. Menurut AKBP Ramadhan, pembinaan pelajar tidak cukup hanya dilakukan ketika persoalan sudah terjadi.
Kepolisian perlu hadir lebih awal melalui pendekatan edukatif agar anak-anak memahami risiko dari setiap perilaku yang mereka lakukan. Karena itu, jajaran Polres Gresik secara berkala melaksanakan kegiatan edukasi di lingkungan sekolah dengan melibatkan berbagai satuan fungsi.
Sejumlah satuan fungsi ikut mengambil peran dalam kegiatan tersebut, mulai dari Satreskrim, Satresnarkoba, Satlantas, Satbinmas hingga satuan lainnya. Setiap fungsi membawa materi sesuai bidangnya sehingga pelajar mendapatkan pemahaman yang lebih luas mengenai keamanan, ketertiban, hukum, serta persoalan sosial yang dekat dengan kehidupan mereka.

Strategi Pemkab Sidoarjo Cegah HIV Sejak Dini
Makna 151 Kupon BBM Gratis Pemuda Pancasila Sidoarjo, Warga Sumringah.
Materi edukasi yang diberikan antara lain budaya tertib berlalu lintas, pencegahan bullying, bahaya narkoba, serta imbauan agar pelajar menghindari tindakan yang dapat membawa mereka berhadapan dengan hukum. Pendekatan tersebut diharapkan tidak sekadar memberi larangan, tetapi membantu pelajar memahami alasan mengapa sebuah tindakan harus dihindari.
“Materi edukasi yang kami sampaikan tentu beragam mulai dari budaya tertib berlalu lintas, mencegah bullying, menghindari narkoba dan lainnya yang intinya agar pelajar terhindar dari perbuatan melawan hukum,” terang AKBP Ramadhan.
Pesan tersebut menegaskan bahwa pencegahan menjadi salah satu strategi penting kepolisian dalam melindungi generasi muda.
Komitmen tersebut juga berjalan beriringan dengan dukungan Polres Gresik terhadap Sekolah Rakyat Terintegrasi. Sebelumnya, AKBP Ramadhan menghadiri pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tahun Ajaran 2026/2027. Ia mengapresiasi program tersebut karena membuka kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat kurang mampu.
Bagi Ramadhan, keberadaan Sekolah Rakyat dapat menjadi ruang penting untuk memperkuat pendidikan sekaligus pembentukan karakter. Pendidikan yang layak dinilai memiliki peran strategis dalam menekan risiko putus sekolah. Ketika anak memperoleh lingkungan belajar yang aman dan mendukung, peluang mereka untuk berkembang secara positif juga semakin terbuka.
Kapolres Gresik mengajak masyarakat tidak menyerahkan seluruh tanggung jawab pembinaan anak kepada sekolah atau aparat. Orang tua, guru, lingkungan tempat tinggal, pemerintah, dan masyarakat memiliki peran yang sama penting. Sinergi tersebut diperlukan untuk menyaring berbagai pengaruh negatif yang dapat muncul dari lingkungan pergaulan maupun perkembangan teknologi.
“Polres Gresik mendukung penuh program pemerintah ini dan semoga Sekolah Rakyat dapat menjadi wadah lahirnya generasi berkualitas yang mampu membawa kemajuan bagi Kabupaten Gresik dan Indonesia,” tegas AKBP Ramadhan Nasution.
Ia berharap kolaborasi pendidikan dan kepolisian terus diperkuat sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang unggul dan berkarakter.
Pencegahan kenakalan remaja tidak bisa dilakukan secara instan. Edukasi sejak bangku sekolah, dukungan terhadap akses pendidikan, serta keterlibatan keluarga dan masyarakat menjadi fondasi penting.
Polres Gresik Polda Jatim optimistis langkah tersebut dapat membantu menciptakan lingkungan pendidikan yang aman sekaligus menyiapkan generasi muda Gresik yang disiplin, berkarakter, dan mampu berkontribusi menuju Indonesia Emas. (Humas)













