SIDOARJO, pojokkasus.com – Mimik Idayana pimpin upacara hari Pramuka. Ke-65 tahun 2026 di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bangsa Sidoarjo, Kamis (13/8/2026) pagi. Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk penghormatan kepada jasa para pahlawan sekaligus mengajak generasi muda meneruskan nilai pengabdian, rela berkorban, disiplin, gotong royong, dan cinta tanah air.
Ziarah dimulai sekitar pukul 07.30 WIB. Rangkaian kegiatan berlangsung dengan upacara penghormatan, peletakan karangan bunga, hingga tabur bunga di makam para pahlawan. Sejumlah unsur pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Sidoarjo serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sidoarjo turut mengikuti kegiatan tersebut. Kehadiran berbagai unsur itu memperlihatkan bahwa peringatan Hari Pramuka tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga ruang untuk memperkuat kembali nilai kebangsaan.
Mimik Idayana menegaskan bahwa ziarah makam pahlawan memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar rangkaian peringatan Hari Pramuka. Menurutnya, generasi muda perlu memahami bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini lahir melalui perjuangan panjang dan pengorbanan para pendahulu bangsa. Karena itu, penghormatan terhadap pahlawan harus diterjemahkan dalam perilaku nyata, bukan berhenti pada kegiatan seremonial setiap tahun.
“Ziarah ini merupakan bentuk penghormatan kita kepada para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk bangsa dan negara. Semangat rela berkorban, disiplin, gotong royong dan pantang menyerah yang mereka tunjukkan harus terus kita teladani, khususnya oleh generasi muda dan anggota Pramuka,” ujar Mimik Idayana.
Ia menilai nilai kepramukaan mempunyai hubungan kuat dengan semangat perjuangan dan pengabdian. Anggota Pramuka, kata dia, tidak cukup hanya aktif mengikuti kegiatan organisasi, tetapi juga harus mampu menghadirkan manfaat bagi lingkungan. Sikap peduli, bertanggung jawab, mandiri, dan mau bekerja bersama masyarakat menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang siap menghadapi perubahan zaman.

PN Kepanjen Periksa Sengketa Lahan Balearjo, Sikap Pemdes Dipertanyakan
http://Simak juga Kades Pejangkungan Prioritaskan Lapangan Kerja untuk Warganya
Pesan tersebut dinilai relevan dengan tantangan generasi muda saat ini. Jika dahulu perjuangan dilakukan untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan, generasi sekarang menghadapi tantangan mulai dari perubahan teknologi, derasnya arus informasi, hingga kebutuhan menjaga persatuan di tengah perbedaan. Mimik menekankan bahwa perubahan zaman tidak boleh menghilangkan semangat kebangsaan dan kepedulian sosial.
“Kalau dulu para pahlawan berjuang dengan mengorbankan jiwa dan raga untuk kemerdekaan, sekarang tugas kita adalah mengisi kemerdekaan dengan pembangunan, menjaga persatuan dan memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat,” tuturnya.
Mimik juga mengajak anggota Gerakan Pramuka Kabupaten Sidoarjo menjadikan nilai perjuangan pahlawan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, semangat nasionalisme harus diwujudkan melalui tindakan yang sederhana namun konsisten.
Beberapa nilai yang ditekankan antara lain :
- Menumbuhkan rasa cinta tanah air.
- Memperkuat semangat gotong royong.
- Meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat.
- Menjaga persatuan dan toleransi.
- Memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan.
Momentum Hari Pramuka ke-65 diharapkan tidak berhenti pada upacara dan ziarah makam pahlawan. Mimik mendorong seluruh anggota Pramuka untuk menjadikan peringatan tersebut sebagai evaluasi sekaligus motivasi agar semakin aktif memberikan kontribusi. Semangat kepahlawanan, menurutnya, harus hadir melalui karya dan pengabdian yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat Sidoarjo.
Pada akhirnya, ziarah di TMP Kusuma Bangsa menjadi pengingat bahwa penghormatan kepada pahlawan bukan hanya dilakukan dengan menaburkan bunga, tetapi juga dengan menjaga nilai perjuangan yang mereka wariskan. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berharap Pramuka mampu mengambil peran dalam membentuk generasi muda yang tangguh, peduli, nasionalis, dan siap berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun Indonesia. Pesan Mimik Idayana pun menjadi penegasan bahwa semangat kepahlawanan harus terus hidup melalui tindakan nyata generasi penerus. (Tim)













