Polemik Umi Kulsum Berakhir Damai Lewat Musyawarah Desa

PASURUAN, pojokkasus.com – Polemik Umi Kulsum yang sempat viral di media sosial setelah meminta bantuan kepada Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) akhirnya berakhir damai.

Pemerintah Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, bersama sejumlah instansi terkait menggelar pertemuan klarifikasi dan musyawarah guna menyelesaikan persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Pertemuan berlangsung di Balai Desa Kepulungan pada Jumat (5/6/2026). Musyawarah tersebut menghadirkan Umi Kulsum (50), Kepala Desa Kepulungan, perwakilan Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kasi KSPM Kecamatan Gempol, TKSK Kecamatan Gempol, serta Pelaksana Teknis Kewilayahan (Kawil) Dusun Tamanan.

Langkah cepat yang dilakukan pemerintah desa merupakan tindak lanjut atas beredarnya video di TikTok yang memperlihatkan Umi Kulsum mengaku terusir dari kampung halamannya.

Dalam video itu, ia juga meminta bantuan kepada Gubernur Jawa Barat agar dapat dipertemukan dengan Gubernur Jawa Timur dan Bupati Pasuruan.

Klarifikasi untuk Cegah Kesalahpahaman

Kepala Desa Kepulungan, Didik Hartono, menjelaskan bahwa musyawarah dilakukan untuk memastikan seluruh persoalan dapat dibahas secara terbuka dan tidak berkembang menjadi informasi yang menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

Menurut Didik, pemerintah desa berkewajiban memberikan ruang dialog kepada setiap warga yang memiliki keluhan.

Karena itu, pihaknya memilih jalur musyawarah agar seluruh pihak dapat menyampaikan pandangan dan mencari solusi bersama.

Hari Lahir Pancasila, Subandi Ajak Jaga Persatuan

“Ya, ibu itu memang warga saya. Makanya biar tidak melebar ke mana-mana, hari ini kami ketemuan dengan beliaunya untuk klarifikasi semua yang dikeluhkan,” ujar Didik.

Dalam forum tersebut, berbagai persoalan yang sebelumnya muncul di media sosial dibahas secara langsung. Musyawarah berlangsung kondusif dan menghasilkan sejumlah kesepakatan yang diterima oleh para pihak yang hadir.

Sejumlah Kesepakatan Dicapai

Salah satu poin penting dalam kesepakatan itu adalah komitmen Umi Kulsum untuk tidak lagi membuat maupun menyebarkan konten yang berpotensi menimbulkan citra negatif terhadap Desa Kepulungan di ruang publik.

Selain itu, musyawarah juga membahas masa depan pendidikan anak Umi Kulsum, yakni M. Hafiz Nauval Rohman.

Dalam hasil kesepakatan, Hafiz akan melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 2 Gempol agar proses belajar mengajarnya dapat berjalan dengan baik.

Bantuan yang nantinya diterima Umi Kulsum juga direncanakan untuk mendukung kebutuhan hidup sehari-hari serta menjadi modal usaha agar kondisi ekonomi keluarga dapat lebih mandiri.

Pada kesempatan yang sama, Dinas Sosial turut menawarkan solusi berupa penempatan Umi Kulsum di Unit Pelaksana Teknis (UPT) milik Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.

Sementara itu, anaknya ditawarkan untuk tinggal dan bersekolah di UPT PSAA milik Dinsos Provinsi Jawa Timur.

Momentum Hari Lahir Pancasila 2026 membawa kabar membanggakan bagi Rutan Bangil

Namun, tawaran tersebut tidak diterima oleh Umi Kulsum. Ia memilih tetap tinggal bersama anaknya dan menjalani kehidupan di Desa Kepulungan.

“Tawaran tersebut tidak disetujui oleh Umi Kulsum. Ia mengaku tidak bersedia tinggal terpisah dari anaknya dan memilih tetap hidup bersama di wilayah Desa Kepulungan,” jelas Didik.

Harapan Kondusivitas Lingkungan

Pemerintah Desa Kepulungan berharap persoalan yang sempat menjadi perhatian publik tersebut dapat diselesaikan secara tuntas melalui kesepakatan yang telah dicapai bersama.

Didik menegaskan bahwa musyawarah merupakan langkah terbaik untuk menjaga keharmonisan sosial dan mencegah munculnya konflik yang berkepanjangan. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk menghormati hasil pertemuan tersebut demi menjaga suasana yang aman dan kondusif di lingkungan desa.

“Harapan kami, permasalahan ini tidak lagi berkembang menjadi polemik. Semua pihak telah duduk bersama dan bermusyawarah. Karena itu, mari kita hormati hasil kesepakatan yang telah dicapai,” pungkasnya.

Sebagai informasi, video yang diunggah melalui akun TikTok Hafiz Naufal/@user2402707814312 sebelumnya menarik perhatian publik karena menampilkan curahan hati Umi Kulsum yang mengaku diusir dari kampung halamannya.

Dalam video itu, ia mengaku berada di Subang, Jawa Barat, untuk meminta bantuan kepada Kang Dedi Mulyadi.

Meski sempat memicu perhatian warganet, penyelesaian melalui dialog dan musyawarah kini menjadi titik akhir dari polemik tersebut.

Satgas Lapindo Dibuka Lagi, Harapan Baru Warga Sidoarjo

Kesepakatan yang dihasilkan diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan yang ada, tetapi juga menjadi contoh bahwa komunikasi dan musyawarah tetap menjadi jalan terbaik dalam menyelesaikan persoalan sosial di tengah masyarakat.(D2d/Tim)

IMG-20260327-WA0038