Pasuruan, pojokkasus.com – Tragedi Gempol Pasuruan menyimpan tangis dan duka mendalam bagi keluarga korban, setelah kecelakaan Maut mengguncang warga Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, berawal kendaraan berat mengalami kecelakaan beruntun di Jalur Surabaya–Malang Kilometer 38 kawasan Mojorejo, Senin (27/7/2026) pagi.
Peristiwa memilukan itu menyebabkan empat orang meninggal dunia, enam korban mengalami luka-luka, serta tujuh bangunan warga mengalami kerusakan.
Suasana duka menyelimuti lokasi kejadian, Warga yang melihat kondisi tersebut berdoa agar para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Musibah ini juga menjadi pengingat bahwa keselamatan manusia merupakan hal utama yang tidak boleh diabaikan dalam perjalanan.
Berdasarkan keterangan Satlantas Polres Pasuruan, kecelakaan bermula saat truk tronton bergerak dari arah selatan menuju utara. Saat melintas di kawasan Mojorejo, kendaraan tersebut diduga kehilangan kendali dan menabrak mobil pikap colt diesel yang berada di depannya.

Sertijab Dandenpom Surabaya, Tongkat Komando Resmi Berganti
Tak Mau Pasuruan Jadi Sarang Narkoba! DPRD Ambil Sikap Tegas
Akibat benturan tersebut, truk tronton bergerak liar hingga melewati median jalan dan masuk ke jalur berlawanan arah. Dalam hitungan detik, kendaraan besar itu menghantam mobil tangki air serta sejumlah kendaraan roda dua di sekitar kawasan Pabrik Indofood dekat Pos PJR.
Tiga korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi pertama kecelakaan. Sejumlah korban lain mengalami luka-luka dan langsung mendapatkan pertolongan dari warga serta petugas gabungan sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan.
Namun tragedi belum berhenti. Truk yang masih melaju kemudian kembali menabrak kendaraan lain hingga akhirnya menghantam bangunan milik warga. Kabin kendaraan mengalami kerusakan parah dan pengemudi truk terjebak di dalamnya. Setelah proses evakuasi dilakukan, pengemudi dinyatakan meninggal dunia.
Dampak kecelakaan Gempol :
– 4 orang meninggal dunia.
– 6 orang mengalami luka.
– 7 bangunan warga rusak.
– Rumah, warung, dan bengkel terdampak.
– Petugas gabungan melakukan penanganan lokasi.
Kerusakan bangunan terjadi di Dusun Ngetal, Desa Karangrejo serta Dusun Mojorejo, Desa Ngerong. Empat rumah warga mengalami kerusakan berat, sementara tiga bangunan lain berupa rumah, warung, dan bengkel juga terdampak akibat benturan kendaraan besar tersebut.
Kepala Desa Ngerong Jemik Sadiman meminta agar warga korban mendapat perhatian serius dari pemerintah maupun pihak yang bertanggung jawab. Menurutnya, pemulihan warga menjadi pekerjaan penting setelah mereka mengalami kerugian akibat musibah tersebut.
Peristiwa tragis ini menjadi pelajaran bagi semua pihak bahwa kendaraan berat harus selalu dipastikan dalam kondisi aman dan pengemudi wajib mengutamakan keselamatan. Di balik kecelakaan tersebut, ada keluarga yang kehilangan orang tercinta dan warga yang harus kembali menata kehidupan. Semoga para korban meninggal mendapat rahmat Allah SWT, korban luka segera pulih, dan masyarakat terdampak diberikan kekuatan untuk bangkit.
Kecelakaan maut Gempol bukan hanya peristiwa lalu lintas, tetapi menjadi duka kemanusiaan yang meninggalkan dampak besar bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar. Penanganan korban, pemulihan rumah warga, serta evaluasi keselamatan kendaraan berat harus menjadi perhatian bersama agar tragedi serupa tidak kembali terjadi. (D2Y,Syf)













