Guru Ngaji Mental Preman, Kepala Desa Balearjo Arogan Menjerit “CAROK SAJA !?

MALANG, pojokkasus.com — Guru ngaji mental preman di dalam kasus  penganiayaan Balearjo mencuat setelah warga bernama Kusnadi dipelintir tangan, dicakar wajah, dan dipukul oleh guru ngaji Ja’far di rumahnya sendiri, Kamis (17/9/2026). Masalah memanas hingga Kepala Desa Balearjo disebut menyuruh kedua pihak “carok saja”, sementara pihak Ja’far disebut memiliki dukungan anggota TNI.

Peristiwa bermula sekitar pukul 13.00 WIB. Kusnadi sedang tidur siang bersama istrinya di rumah. Tiba-tiba pintu dipukul berkali-kali dengan keras, bukan sekadar diketuk.

Suara dari luar berteriak: “Atur anakmu, Kus!”

Kusnadi bangun dan menghampiri untuk menanyakan persoalan. Tanpa bicara panjang lebar, Ja’far langsung bertindak kasar. Ia memelintir tangan kanan Kusnadi, menampar pipi, serta mencakar bagian wajahnya.

Akibat perlakuan itu, Kusnadi mengalami :

  • Pembengkakan pipi kanan
  • Cedera dan bengkak lengan serta tangan kanan
  • Korban sudah menjalani pemeriksaan medis dan pengambilan visum
Guru Ngaji Mental Preman
Sengketa keluarga atau antarwarga harus diselesaikan lewat musyawarah & jalur hukum, bukan kekerasan, bukan pernyataan yang memicu pertumpahan darah. Siapa pun pelakunya, hukum harus berbicara.

Kekerasan tak berhenti di situ. Kusnadi mengaku sejumlah keluarga Ja’far turut datang, termasuk menantunya Soleh dan anaknya Rizal. Mereka disebut berusaha ikut memukulnya.

Baca juga

Paman Diancam Dibacok Pakai Kapak Gara-Gara Ajak Ponakan

Ini bukan pertama kali. Kusnadi menyebut Rizal pernah menganiayanya pada 3 Januari 2023. Saat itu sudah ada surat pernyataan damai yang ditandatangani di Polsek setempat. Damai ternyata tak bertahan.

Persoalan berlanjut saat kedua pihak diundang ke MI Miftahul Ulum Balearjo untuk klarifikasi. Suasana memanas, terjadi cekcok di dalam kantor sekolah.

Saat itulah Kepala Desa Balearjo datang. Menurut Kusnadi, di tengah ketegangan, Kepala Desa justru berkata: “Carok saja.”

Pernyataan ini sangat disayangkan. Jika benar diucapkan, sikap pemimpin desa justru memicu kekerasan, bukan meredam konflik. Warga berharap hal ini diklarifikasi secara terbuka.

Hot news

Bupati Pasuruan Open 2026 Jadi Ajang Seleksi Atlet Porprov Jatim

Kusnadi juga mengungkapkan ancaman lain. Salah satu anak Ja’far bernama Fauziah disebut menyebut memiliki “dukungan” dari seorang anggota TNI, seolah menantang Kusnadi melapor ke polisi.

Terkait inti masalah soal anak, Kusnadi sudah menanyakan langsung kepada putrinya, Nabila. “Apakah cucu Ja’far kau ganggu?” tanyanya. Nabila menjawab tidak melakukan apa-apa.

Istri Kusnadi juga meminta keterangan kepada para guru di sekolah. Hasilnya: tidak ada masalah apa pun yang terjadi di lingkungan sekolah saat itu.

Kusnadi tak tinggal diam. Ia telah melaporkan Ja’far ke Polres Malang.

Laporan tercatat dengan nomor :
LP/B/390/IX/2026/SPKT POLRES MALANG/POLDA JAWA TIMUR

Korban meminta kasus diproses adil sesuai hukum. Semua pihak yang terlibat diminta memberikan keterangan jujur kepada aparat. Jumat (18/09/2026)

Sosok guru ngaji memang dihormati masyarakat. Namun kedudukan itu tidak boleh jadi tameng kekerasan. Hukum berlaku sama bagi siapa saja tanpa pandang jabatan atau status sosial.

Hingga berita ini diturunkan, keterangan dari pihak Ja’far, keluarga, Kepala Desa Balearjo, pihak sekolah, maupun Polres Malang belum diterima. Pemberitaan ini akan diperbarui saat tanggapan dari pihak terkait masuk. Bersambung (Dwi)

IMG-20260327-WA0038