PASURUAN, pojokkasus.com – Sejumlah warga Dusun Balongparen, Desa Mojoparon, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, mengeluhkan dugaan tertutupnya saluran irigasi persawahan yang berada di sekitar lokasi pembangunan PT Mitra Alam Segar.
Warga tidak mempermasalahkan sawahnya yang sudah di beli oleh perusahaan, tetapi warga berharap keberadaan salutan irigasi yang selama ini di gunakan masyarakat tidak ditutup atau di uruk.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius warga, khususnya para petani yang selama ini bergantung pada keberadaan saluran air untuk mendukung aktivitas pertanian sekaligus mengalirkan air saat intensitas hujan meningkat.
Beberapa warga mengaku resah setelah melihat saluran irigasi di kawasan tersebut diduga telah ditutup atau diuruk. Warga kemudian menyampaikan keluhan dan keresahan mereka kepada sejumlah rekan media dengan harapan persoalan tersebut mendapat perhatian dari pihak yang berwenang.
Menurut informasi yang disampaikan warga, saluran irigasi tersebut diduga merupakan bagian dari jaringan pengairan yang berada dalam kewenangan Dinas Pengairan. Oleh karena itu, masyarakat mempertanyakan adanya perubahan kondisi pada saluran tersebut dan berharap dilakukan pengecekan langsung di lapangan.
“Kami berharap saluran irigasi jangan sampai ditutup. Kalau nanti hujan turun dengan intensitas tinggi, kami khawatir air tidak bisa mengalir dan akhirnya menyebabkan banjir,” ungkap salah seorang warga.
Sengketa Tanah Balearjo, PN Kepanjen Putuskan 34 m² Milik Penggugat
Kekhawatiran masyarakat bukan tanpa alasan. Memasuki musim penghujan, volume air di wilayah persawahan dan permukiman berpotensi meningkat. Apabila jalur aliran air mengalami penyempitan atau tertutup, warga khawatir air akan meluap ke lahan pertanian maupun lingkungan sekitar.
Para petani menilai keberadaan saluran irigasi memiliki fungsi penting bagi keberlangsungan pertanian di Dusun Balongparen. Selain untuk kebutuhan pengairan, saluran tersebut juga dinilai memiliki peran dalam membantu mengatur jalannya air di kawasan sekitar.
Warga berharap Dinas Pengairan Kabupaten Pasuruan segera turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan memastikan status serta fungsi saluran yang dipersoalkan masyarakat.
Masyarakat juga meminta agar pihak terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kondisi saluran irigasi tersebut. Jika benar terdapat penutupan atau pengurukan, warga berharap segera ditemukan solusi yang tetap memperhatikan sistem pengairan dan keselamatan lingkungan.
Warga menegaskan bahwa mereka tidak bermaksud menghambat pembangunan maupun kegiatan usaha yang dilakukan perusahaan. Namun, pembangunan diharapkan tetap memperhatikan kondisi lingkungan dan infrastruktur pengairan yang selama ini digunakan masyarakat.
Kapolres Malang Gandeng Duta Pancasila Tangkal Hoaks
Hingga berita ini diturunkan, keluhan warga terkait dugaan penutupan saluran irigasi di Dusun Balongparen, Desa Mojoparon, Kecamatan Rembang, masih menjadi perhatian masyarakat setempat. Warga berharap Dinas Pengairan dan pihak terkait segera melakukan pengecekan agar persoalan tersebut dapat diselesaikan sebelum musim penghujan tiba dan potensi banjir dapat dicegah.(Gio/Tim)



















