Istighosah Kubro kejapanan – Gempol Perkuat Aqidah Aswaja Jamaah

PASURUAN, pojokkasus.com – Istighosah Kubro Gempol menjadi momentum penting bagi penguatan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo atau yang akrab disapa Mbak Mela saat menghadiri Istighosah Kubro yang digelar MWC Muslimat NU Gempol di halaman Masjid Umul Quro’, Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Kamis (5/6/2026).

Dalam berbagai hal, Mbak Mela mengajak seluruh jamaah untuk tetap berpegang teguh pada ajaran Aswaja sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, derasnya arus informasi yang berkembang melalui media sosial dan platform digital menuntut masyarakat, khususnya generasi muda, memiliki landasan keagamaan yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang beredar.

“Di tengah era digital ini kami mengajak agar berpegang teguh kepada ahlussunnah wal jamaah,” ujar Mbak Mela di hadapan ribuan jamaah yang memadati lokasi kegiatan.

Ia menilai pendidikan Aswaja memiliki peran strategis dalam menjaga aqidah dan karakter umat Islam.

Oleh karena itu, penguatan pemahaman keagamaan harus dilakukan secara berkelanjutan, baik melalui lembaga pendidikan maupun lingkungan keluarga.

Peran Ibu dalam Pendidikan Anak

Selain menekankan pentingnya menjaga aqidah, Mbak Mela juga menyoroti peran ibu sebagai pendidik utama dalam keluarga.

Menurutnya, pembentukan karakter, akhlak, dan nilai-nilai keagamaan anak dimulai dari lingkungan rumah.

Danrem Kohir Asah Profesionalisme Prajurit Lewat Menembak

“Ibu adalah guru pertama dalam pendidikan anak,” katanya.

Pernyataan tersebut mendapat perhatian dari para jamaah yang sebagian besar merupakan anggota Muslimat NU dari berbagai desa di Kecamatan Gempol dan wilayah sekitarnya.

Mbak Mela berharap para ibu dapat terus meningkatkan dalam mendampingi tumbuh kembang anak, terutama dalam menghadapi tantangan era digital yang semakin kompleks.

Ia juga mengingatkan bahwa keluarga merupakan benteng pertama dalam menjaga moral generasi muda.

Oleh karena itu, pendidikan agama dan keteladanan dari orang tua harus menjadi prioritas dalam kehidupan sehari-hari.

Ribuan Jamaah Hadiri Istighosah

Kegiatan Istighosah Kubro berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh kekhusyukan.

Ribuan jamaah Muslimat NU mengikuti rangkaian acara yang berisi doa bersama, dzikir, serta tausiyah keagamaan.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua Tanfidziyah MWC NU Gempol KH. Moh. Khozin, unsur Muspika Gempol, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen organisasi kemasyarakatan yang ada di wilayah Kecamatan Gempol.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan kuatnya sinergi antara organisasi keagamaan, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga tradisi keislaman yang moderat serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Kejapanan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pasuruan atas dukungan yang diberikan terhadap kegiatan keagamaan di wilayahnya.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Ibu Bupati Pasuruan. Di sela-sela kesibukan yang padat, beliau masih berkenan menghadiri dan memberikan dukungan pada kegiatan yang dilaksanakan di Desa Kejapanan ini,” ungkapnya.

Duda di Sidoarjo Hamili Anak Kandung Sendiri

Perkuat Ukhuwah dan Nilai Keagamaan

Istighosah Kubro tidak hanya menjadi sarana ibadah bersama, tetapi juga wadah mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, jamaah diajak memperkuat keimanan, meningkatkan kepedulian sosial, serta menjaga tradisi keagamaan yang telah menjadi bagian dari identitas Nahdlatul Ulama.

Di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang berlangsung cepat, pesan untuk menjaga aqidah Aswaja menjadi semakin relevan.

Kegiatan ini diharapkan mampu memperkokoh nilai-nilai keislaman yang moderat, mempererat hubungan antarwarga, serta menjadi bekal bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri dan pegangan keagamaan.(D2d/Tim)

Editor: @Redaksi Pojokkasus
IMG-20260327-WA0038