PASURUAN, pojokkasus.com — Wayang Kulit Ruwah Dusun Legupit, Desa Karangrejo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, berlangsung hingga dini hari pada Sabtu (3/10/2026) malam, setelah warga secara swadaya menggelar tradisi tahunan sebagai bentuk syukur sekaligus menjaga warisan budaya leluhur.
Pagelaran tersebut menghadirkan Ki Dalang Slamet Dharmawan asal Sidoarjo. Ia membawakan lakon Pendowo Kabujuk di hadapan masyarakat. Warga dari berbagai lingkungan ikut memeriahkan kegiatan tersebut. Camat Gempol Hadi Mulyono juga hadir bersama perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga.
Bagi masyarakat Dusun Legupit, Ruwah Dusun memiliki makna lebih dari sekadar pertunjukan seni. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk berkumpul, mempererat hubungan antarwarga, sekaligus mempertahankan tradisi yang telah diwariskan. Seluruh rangkaian kegiatan juga berjalan dengan dukungan masyarakat secara swadaya.
Ketua Panitia Ruwah Dusun Legupit, Wawan Prasetyo, menjelaskan bahwa panitia telah mempersiapkan kegiatan tersebut sejak sekitar satu tahun lalu. Warga dari RT 1 hingga RT 6 ikut mengambil bagian dalam persiapan. Keterlibatan masyarakat tersebut menjadi modal utama agar kegiatan dapat berjalan sesuai rencana.

Bupati Sidoarjo Salurkan Kursi Roda dan Tinjau RTLH Jabon
Wawan menyebut Ruwah Dusun menjadi bentuk rasa syukur atas keberkahan yang dirasakan masyarakat. Pada saat yang sama, kegiatan tersebut menjadi upaya mempertahankan warisan leluhur agar tidak hilang di tengah perubahan zaman.
“Rangkaian kegiatan ini sebagai bentuk rasa syukur atas keberkahan dan warisan para leluhur,” ujar Wawan.
Ia juga mengapresiasi partisipasi masyarakat yang mendukung kegiatan secara swadaya. Menurutnya, keterlibatan seluruh lingkungan membuat rangkaian acara dapat berjalan dengan semangat kebersamaan.
“Alhamdulillah, warga di lingkungan RW RT 1 sampai RT 6 bisa menggelar berbagai kegiatan secara swadaya,” imbuhnya.
Camat Gempol Hadi Mulyono turut memberikan apresiasi terhadap kekompakan masyarakat. Ia melihat kegiatan tersebut sebagai gambaran nyata semangat gotong royong di tingkat lingkungan. Hadi berharap kebersamaan itu terus terjaga dan membawa manfaat bagi masyarakat.

Baca juga :
Polres Malang Terus Razia Miras, 2.826 Botol Diamankan
Rangkaian kegiatan Ruwah Dusun Legupit masih berlanjut. Setelah pagelaran wayang kulit, masyarakat akan menghadirkan karnaval budaya pada 9 dan 10 Oktober 2026. Agenda tersebut menjadi bagian lanjutan dari peringatan Ruwah Dusun tahun ini.
Hadi berharap masyarakat Dusun Legupit dan Desa Karangrejo terus menjaga kerukunan, keamanan, dan ketenteraman. Ia juga menyampaikan harapan agar kehidupan masyarakat semakin sejahtera.
“Dengan adanya Ruwah Dusun ini, saya berharap warga Dusun Legupit dan Desa Karangrejo terus hidup rukun, aman dan tenteram,” pungkas Hadi.
Panitia juga menaruh perhatian terhadap keamanan selama seluruh rangkaian kegiatan. Wawan memastikan masyarakat tetap menjaga ketertiban dan menjalankan kesepakatan bersama. Ia berharap seluruh agenda yang telah dipersiapkan sejak jauh hari dapat berjalan tanpa kendala.
“Kita berharap apa yang sudah menjadi kesepakatan bersama antara masyarakat dan lingkungan bisa kita jaga bersama,” ujarnya.
Ruwah Dusun Legupit akhirnya bukan hanya menghadirkan hiburan wayang kulit. Kegiatan tersebut memperlihatkan bagaimana masyarakat masih mampu menjaga tradisi melalui swadaya dan gotong royong. Dengan karnaval budaya yang dijadwalkan pada 9 dan 10 Oktober, rangkaian peringatan ini sekaligus menjadi ruang bagi warga untuk terus merawat identitas budaya lokal. (D2Y/ RED)



















