PASURUAN, POJOKKASUS.COM — Kondisi terkini Pasar Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, mulai menunjukkan aktivitas perdagangan setelah kebakaran yang melanda kawasan pasar tersebut. Sejumlah pedagang sejak Minggu (4/10/2026) mulai kembali berjualan meski masih menggunakan kondisi darurat dan bersifat sementara.
Pantauan tim media di lokasi, Selasa (6/10/2026), menunjukkan aktivitas pembersihan puing-puing bangunan pascakebakaran masih berlangsung. Sejumlah pihak turut membantu proses pembersihan agar kawasan pasar dapat segera kembali digunakan oleh para pedagang.
Pembersihan tersebut antara lain melibatkan personel Banser Kecamatan Gempol. Sementara pengangkutan sampah dan puing bangunan ditangani Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan menggunakan dua armada.
Saat tim media berada di lokasi, proses pengangkutan sampah dan puing bangunan telah mencapai dua rit. Proses tersebut dilakukan secara bertahap karena sebagian penanganan masih menggunakan tenaga manual.

Baca juga:
Warga Balearjo Jadi Tersangka, Polisi Lanjutkan Penyidikan
Kondisi ini membuat proses pembersihan membutuhkan waktu. Namun, upaya tersebut terus dilakukan agar area pasar segera terbebas dari material sisa kebakaran dan dapat mendukung aktivitas pedagang yang mulai kembali berjualan.
Di tengah proses pembersihan, awak media menemui salah seorang pedagang, Adinda, warga Dusun Kepulungan 1, Desa Kepulungan. Ia menyampaikan harapan agar pemerintah desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) segera menindaklanjuti komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Pasuruan.
Menurut Adinda, tindak lanjut tersebut diperlukan untuk mengetahui langkah konkret pemerintah terkait kondisi Pasar Desa Kepulungan, termasuk hasil koordinasi sebelumnya dengan Bupati Pasuruan dan Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan.
“Kami dan pedagang lainnya hanya bisa berharap adanya beberapa langkah yang harus dilakukan oleh BUMDes dan Pemerintah Desa Kepulungan, yakni menindaklanjuti komunikasi resmi dengan pihak Pemkab Pasuruan tentang hasil menghadap koordinasi dengan Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan sebelumnya,” tutur Adinda.
Ia menilai kejelasan langkah pemerintah sangat penting bagi keberlangsungan aktivitas para pedagang. Menurutnya, pedagang membutuhkan tempat berjualan yang layak agar roda perekonomian kembali berjalan.
“Hal ini penting agar secepatnya ada tindak lanjut nyata tentang perbaikan Pasar Desa Kepulungan, baik semi permanen atau bagaimana. Intinya supaya kami bisa berjualan kembali,” ungkapnya.
Harapan tersebut menjadi perhatian karena aktivitas pasar berkaitan langsung dengan mata pencaharian masyarakat. Para pedagang berharap proses pemulihan tidak berhenti pada pembersihan puing, tetapi dilanjutkan dengan langkah konkret untuk menyediakan tempat berdagang yang aman dan layak.
Tim media kemudian menemui pengelola Pasar Desa Kepulungan, H. Supaat. Dalam kesempatan tersebut, ia duduk bersama Wakil Ketua BPD Kepulungan, H. Anshori Al Habsyi.
H. Supaat menyampaikan bahwa pihaknya menargetkan proses pembersihan sampah dan puing-puing bangunan pascakebakaran dapat selesai dalam waktu sekitar satu minggu.
“Kami targetkan untuk pembersihan sampah dan puing-puing bangunan pascakebakaran satu minggu selesai,” tuturnya.
Menurutnya, percepatan pembersihan menjadi salah satu langkah awal yang harus dilakukan sebelum masuk pada tahap pemulihan pasar. Setelah area bersih, pihak terkait diharapkan dapat segera menentukan langkah berikutnya bagi para pedagang.
H. Supaat juga berharap Pemerintah Desa dan BUMDes Kepulungan segera melakukan komunikasi serta koordinasi resmi dengan Pemkab Pasuruan terkait tindak lanjut hasil pertemuan sebelumnya dengan Bupati Pasuruan dan Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan.
“Demi kepentingan para pedagang Pasar Desa, kami berharap pihak pemerintah desa dan BUMDes Kepulungan secepatnya melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Pemkab Pasuruan secara resmi tentang tindak lanjut dari hasil pertemuan dengan Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan,” ungkapnya.
Ia berharap koordinasi tersebut dapat mempercepat penanganan dan perbaikan Pasar Desa Kepulungan. Bagi pengelola dan pedagang, pemulihan pasar bukan sekadar persoalan bangunan, tetapi menyangkut keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Dasar substansialnya adalah demi memulihkan urat nadi perekonomian Desa Kepulungan,” tambahnya.

HUT TNI ke-81, Empat Pilar Gempol Perkuat Sinergi
Di tengah proses pemulihan, pengelola dan pedagang Pasar Desa Kepulungan menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah memberikan perhatian dan membantu penanganan pascakebakaran.
Ucapan terima kasih disampaikan kepada Bupati Pasuruan H. Rusdi Sutejo, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan H. Samsul Hidayat, S.Ag., M.Pd.I., DLH Kabupaten Pasuruan, serta seluruh pihak yang ikut membantu proses pembersihan dan penanganan pasar.
“Dalam kesempatan yang penuh berkah dan barokah ini kami sebagai pengelola dan pedagang Pasar Desa Kepulungan betul-betul mengucapkan terima kasih kepada Bupati Pasuruan Bapak H. Rusdi Sutejo, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Bapak H. Samsul Hidayat, S.Ag., M.Pd.I., dan DLH Kabupaten Pasuruan serta para pihak atas rasa peduli yang telah diberikan,” ujarnya.
Ia berharap seluruh bentuk kepedulian dan bantuan tersebut menjadi amal kebaikan bagi semua pihak.
“Semoga semuanya dicatat sebagai amal jariyah dan selalu diposisikan oleh Allah sebagai Khoirun nhaasi Anfauhum Lin nhaasi,” tambahnya.
Kini, para pedagang masih menunggu langkah lanjutan setelah proses pembersihan berlangsung. Mereka berharap koordinasi antara Pemerintah Desa, BUMDes dan Pemkab Pasuruan segera menghasilkan keputusan konkret sehingga Pasar Desa Kepulungan dapat kembali menjadi pusat aktivitas perdagangan dan penggerak ekonomi masyarakat.(D2Y/RED)



















