Surabaya, pojokkasus.com – Nama Gus H. Hamzah Pujiono, S.Ag., SM atau yang akrab disapa Gus Ham mulai menjadi perbincangan sebagai salah satu figur yang disebut-sebut masuk dalam bursa calon Wakil Gubernur Jawa Timur pada kontestasi politik mendatang.
Tokoh milenial asal Kabupaten Pasuruan yang juga dikenal sebagai santri dan aktivis tersebut mengaku saat ini aktif menjalin silaturahmi dengan berbagai tokoh masyarakat di Jawa Timur. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari membangun komunikasi dan meminta doa restu, bukan semata-mata untuk kepentingan politik.
Gus Ham mengatakan dirinya bersama tim rutin turun langsung ke tengah masyarakat untuk menyerap aspirasi. Dalam kesempatan itu, ia juga mengaku telah bertemu dengan salah satu tokoh berpengaruh di Jawa Timur, H. Mat Mochtar atau yang dikenal sebagai Abah Mochtar, guna meminta arahan dan doa restu.
“Alhamdulillah beliau memberikan dukungan dan merestui apabila nantinya saya mendapat amanah untuk maju sebagai salah satu calon Wakil Gubernur Jawa Timur,” ujar Gus Ham, Sabtu (1/8/2026).
Meski namanya santer dikaitkan dengan bursa calon Wakil Gubernur, Gus Ham menegaskan dirinya tidak memiliki ambisi mengejar jabatan. Baginya, kepemimpinan merupakan amanah untuk mengabdi kepada masyarakat.
“Saya tidak mengejar kekuasaan. Namun apabila masyarakat memberikan amanah dan saya dipercaya untuk maju, tujuan saya semata-mata ingin melayani masyarakat Jawa Timur,” katanya.
Dukungan terhadap Gus Ham juga datang dari berbagai kalangan. Tokoh UMKM Surabaya, Paul Pietro Musila, SE, menilai Gus Ham merupakan sosok yang dekat dengan masyarakat dan memiliki kepedulian terhadap kesejahteraan rakyat.
Sinergi DPRD Dan Pemkab Tata Bundaran Apollo Tanpa Abaikan PKL
Menurutnya, apabila dipercaya menjadi pemimpin, Gus Ham diharapkan mampu menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat serta mengurangi angka kemiskinan di Jawa Timur.
Hal senada disampaikan tokoh komunitas sosial, Deasy Ariyani Virgo, S.Sos. Ia menilai Gus Ham dikenal sebagai sosok yang sederhana, dekat dengan petani, nelayan, pedagang kecil, serta tokoh adat dan budaya. Selain itu, Gus Ham dinilai memiliki karakter terbuka, jujur, dan tidak bersikap elitis karena lebih memilih membangun komunikasi langsung dengan masyarakat di tingkat bawah.
Deasy berharap, apabila kelak mendapat amanah sebagai pemimpin, Gus Ham dapat membawa Jawa Timur menjadi daerah yang lebih sejahtera, berkeadilan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas. (D2y)













