PASURUAN, pojokkasus.com — 201 santri dan pelajar Pasuruan memadati Auditorium Mpu Sindok pada Minggu, 1 November 2026, untuk mengikuti ajang Lomba Da’i Nusantara sebagai panggung pembuktian santri Pasuruan menjadi pendakwah digital masa kini.
Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersama Lembaga Dakwah Nahdhatul Ulama (LDNU) berkolaborasi menggelar ajang inspiratif ini guna menjaring talenta muda terbaik. Langkah nyata ini menjadi bukti keberpihakan daerah terhadap pembentukan karakter generasi muda yang berakhlak mulia sekaligus responsif terhadap dinamika zaman.
Secara resmi, Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori membuka perhelatan tersebut di tengah gemuruh semangat para peserta. Kehadiran jajaran pemerintah daerah mempertegas dukungan penuh terhadap ruang ekspresi positif anak muda di wilayah yang dikenal kokoh dengan tradisi keislamannya ini.
Ketua Panitia Lomba Da’i Nusantara, Ahda Arafat, mengungkapkan bahwa keterlibatan peserta melampaui ekspektasi awal panitia. Seluruh kontestan berasal dari perwakilan SMP/MTs negeri, swasta, serta deretan pesantren yang tersebar di seluruh penjuru wilayah Kabupaten Pasuruan.
Baca juga
Pansus IV DPRD Sidoarjo Garap Raperda Tertibkan Hiburan Malam
Mekanisme kompetisi dirancang bertahap untuk memastikan kualitas terbaik dari para pemenang. Panitia membagi peserta ke dalam beberapa kelas seleksi, di mana setiap jawara kelas akan kembali diadu pada babak final untuk memperebutkan posisi juara utama hingga deretan juara harapan.

Sebanyak sembilan piala penghargaan disiapkan panitia bagi deretan dai muda terbaik. Penghargaan tersebut terbagi atas Juara 1, 2, dan 3, serta dilengkapi dengan kategori Juara Harapan I hingga Juara Harapan VI sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para peserta.
Guna menguji wawasan dan kepekaan sosial peserta, panitia menyajikan tiga pilar tema utama yang sarat makna. Materi yang dapat dipilih meliputi pemaknaan Hari Santri Nasional, penanaman rasa Cinta Tanah Air, serta urgensi Pendidikan untuk Negeri.
Hot news
Subuh Keliling Polres Pasuruan Sinergi Bersama Warga Jaga Kamtibmas
Mayoritas peserta memilih isu Hari Santri Nasional serta Cinta Tanah Air sebagai pijakan retorika mereka di atas panggung. Fenomena ini menunjukkan betapa kuatnya jiwa nasionalisme yang terpatri dalam sanubari generasi muda Islam di Pasuruan saat menyuarakan gagasan mereka.
Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, mengapresiasi tinggi akselerasi peserta dalam memanfaatkan platform digital sebagai referensi dakwah. Kemudahan mengakses contoh teknik ceramah melalui media sosial dan tayangan langsung dinilai berhasil mendongkrak kualitas serta keberanian tampil para pendakwah muda.
Gus Shobih menekankan bahwa santri masa kini tidak boleh gagap teknologi dan harus mampu menaklukkan ruang media sosial. Penguasaan gawai secara bijak menjadi kunci utama agar syiar Islam tetap relevan, menyejukkan, serta mampu merangkul preferensi komunikasi khas Generasi Z.
Penyelenggaraan Lomba Da’i meyakinkan publik bahwa potensi dakwah digital anak muda Pasuruan sangat melimpah. Penguatan kapasitas literasi digital yang dipadukan dengan nilai-nilai agama akan mencetak generasi penerus bangsa yang cerdas, berkarakter, dan siap bersaing di era global.
(Akbar)



















