PASURUAN, pojokkasus.com – Bupati cup E-Sport Free Fire tingkat Kabupaten Pasuruan resmi dibuka oleh Ketua KORMI Merita Rusdi Sutejo di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti pada Sabtu (30/10/2026) untuk menjaring bakat atlet muda daerah. Ajang bergengsi ini mempertemukan puluhan tim pelajar dari berbagai wilayah untuk merebut gelar juara sekaligus tiket menuju kompetisi regional.
Atmosfer kompetisi langsung terasa hangat sejak pagi hari ketika ratusan gamers muda berkumpul dengan semangat tinggi. Pendopo kabupaten yang biasanya tenang berubah menjadi arena pertarungan strategi digital yang kompetitif. Ketua KORMI Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo, menegaskan bahwa wadah ini hadir untuk mengubah hobi bermain gim menjadi prestasi nyata yang membanggakan.
Dalam arahannya, Merita Rusdi Sutejo menekankan pentingnya menjaga sportivitas dan nilai kebersamaan selama bertanding. Beliau mengajak seluruh peserta untuk menjadikan arena ini sebagai sarana mempererat silaturahmi antar pemuda di Kabupaten Pasuruan. Kompetisi sehat diharapkan mampu melahirkan atlet yang berintegritas tinggi.
Istri dari Bupati Rusdi Sutejo ini juga memberikan pesan humanis agar para peserta tetap menjaga keseimbangan hidup. Gamers muda diingatkan untuk tidak melupakan kewajiban ibadah, menghormati orang tua, menjaga kesehatan, serta memprioritaskan pendidikan utama. Keseimbangan antara aktivitas fisik, mental, dan spiritual menjadi kunci utama keberhasilan seorang atlet profesional.
Baca juga
http://201 Santri Dan Pelajar Pasuruan Beraksi Di Lomba Da’i Nusantara.
”Jangan lupa ibadah, sholatnya dijaga dan jangan telat makan. Karena biasanya kalau sudah keasyikan main games, lupa segalanya,” imbau sosok yang akrab disapa Mela Rusdi tersebut di hadapan para peserta.

Mela Rusdi menegaskan bahwa persepsi publik terhadap dunia industri gim daring kini telah bergeser secara signifikan. E-Sport saat ini diakui resmi sebagai cabang olahraga prestasi yang membutuhkan kecerdasan taktik, kecepatan keputusan, ketenangan mental, dan kerja sama tim. Kompetisi ini disiapkan agar talenta lokal tidak berhenti hanya pada level hobi semata.
”Kami tidak ingin anak-anak muda Pasuruan hanya jago push rank di kamar atau di warung kopi saja, tetapi harus punya panggung resmi untuk menyalurkan bakatnya secara kompetitif dan terarah,” tegasnya penuh optimisme.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Pasuruan, Mohammad Agus Masjhady, mencatat sebanyak 24 tim bertanding dalam ajang perdana ini. Mayoritas peserta merupakan pelajar aktif tingkat SMA/SMK/MA sederajat yang mewakili pergerakan generasi muda daerah. Menariknya, antusiasme tinggi ini meluas hingga tingkat pelosok kecamatan.
Hot news
Pansus IV DPRD Sidoarjo Garap Raperda Tertibkan Hiburan Malam
Berikut adalah fakta menarik terkait peta sebaran dan profil peserta turnamen kali ini:
- Representasi Wilayah Luas: Peserta berasal dari 18 kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten Pasuruan.
- Kehadiran Kuda Hitam: Terdapat satu tim kejutan yang masih duduk di bangku SMP (kelas IX).
- Dominasi Pelajar: Lebih dari 90 persen atlet terdaftar aktif sebagai siswa sekolah menengah.
- Sistem Seleksi Ketat: Setiap tim harus melintasi babak kualifikasi padat sebelum menembus babak final.
Agus Masjhady menjelaskan bahwa gelaran Bupati Cup E-Sport Free Fire ini difokuskan untuk menyaring atlet potensial secara sistematis. Para pemenang diproyeksikan mewakili Kabupaten Pasuruan dalam ajang Festival Olahraga Provinsi (FORPOV) Jawa Timur Tahun 2026 di Jember. Sinergi antara Dispora dan KORMI menjadi pijakan utama pembinaan jangka panjang.
Melalui kolaborasi strategis ini, ekosistem e-sport di Kabupaten Pasuruan optimistis mampu mencetak generasi muda berprestasi dan berdaya saing tinggi. Langkah ini membuktikan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung minat positif Gen Z secara inklusif. Penyelenggaraan turnamen secara berkelanjutan akan terus mendorong lahirnya bakat-bakat baru di kancah nasional. (Akbar)



















