PASURUAN, POJOKKASUS.COM – Polres Pasuruan menggelar apel kesiapsiagaan tanggap darurat bencana hidrometeorologi untuk mengantisipasi potensi bencana alam memasuki musim hujan 2026–2027. Kegiatan tersebut melibatkan unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, serta elemen masyarakat sebagai bentuk penguatan koordinasi menghadapi ancaman cuaca ekstrem di Kabupaten Pasuruan.
Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Sinergitas TNI-Polri, Pemerintah Daerah, dan Elemen Masyarakat itu berlangsung di Lapangan Arja Arya Racana Polres Pasuruan, Rabu (4/11/2026), mulai pukul 15.40 hingga 16.10 WIB.
Kapolres Pasuruan AKBP Irawan Setyono, S.H., S.I.K., M.H., memimpin langsung kegiatan tersebut. Sejumlah pejabat utama Polres Pasuruan, para Kapolsek jajaran, personel TNI, serta perwakilan instansi terkait turut mengikuti apel.
Apel kesiapsiagaan ini menjadi langkah konkret untuk meningkatkan kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi berbagai potensi bencana hidrometeorologi. Ancaman tersebut meliputi banjir, tanah longsor, angin kencang, serta bencana lain yang dapat muncul akibat perubahan kondisi cuaca.

baca juga :
Korem 084/Bhaskara Jaya Gelar Upacara 17-an, Kasrem Bacakan Amanat KASAD
Dalam amanatnya, Kapolres Pasuruan mengingatkan bahwa Jawa Timur merupakan salah satu wilayah dengan potensi kerawanan bencana alam yang perlu mendapatkan perhatian serius.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam apel, sepanjang tahun 2026 tercatat sebanyak 672 kejadian bencana alam di Jawa Timur. Peristiwa tersebut mengakibatkan 28 orang meninggal dunia, 55 orang mengalami luka-luka, serta menimbulkan kerugian material yang mencapai Rp7,552 miliar.
Data tersebut menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak agar tidak menganggap remeh ancaman bencana, terutama ketika memasuki periode perubahan musim.
Kapolres juga menyinggung prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai musim hujan 2026–2027 yang diperkirakan datang lebih lambat dari kondisi normal.
Meski demikian, seluruh pihak diminta tetap meningkatkan kewaspadaan. Perubahan cuaca yang tidak menentu berpotensi memicu kejadian bencana yang dapat mengancam keselamatan masyarakat maupun mengganggu aktivitas sosial dan ekonomi.
Kapolres menegaskan bahwa kehadiran negara harus benar-benar dirasakan masyarakat, terutama ketika menghadapi situasi darurat. Karena itu, kesiapan personel, kelengkapan peralatan, serta koordinasi antarlembaga menjadi faktor penting dalam penanganan bencana.
“Jangan underestimate terhadap potensi bencana. Kita harus mempersiapkan segala sesuatunya secara maksimal dan hadir di tengah masyarakat untuk memberikan pertolongan,” tegas Kapolres.
Setelah pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan sarana dan prasarana pendukung penanggulangan bencana.
Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan seluruh peralatan dapat digunakan ketika sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat. Kesiapan personel juga menjadi perhatian agar proses evakuasi, pertolongan, dan penanganan dampak bencana dapat berjalan secara cepat dan terkoordinasi.
Sinergitas TNI-Polri, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat diharapkan mampu memperkuat respons terhadap berbagai kemungkinan bencana di wilayah Kabupaten Pasuruan.
Melalui apel kesiapsiagaan tersebut, Polres Pasuruan menegaskan pentingnya langkah antisipatif dan kerja sama lintas sektoral dalam melindungi masyarakat.
Kesiapan menghadapi bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Dengan koordinasi yang solid dan respons yang cepat, dampak bencana diharapkan dapat diminimalkan serta keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama.
(HUMAS POLRI)



















