Sindikat Penipuan Lintas Negara Dibongkar Satreskrim Polresta Sidoarjo.

SIDOARJO, pojokkasus.com –  Sindikat penipuan yang beroperasi secara lintas negara telah dibongkar oleh pihak berwenang di Indonesia. Delapan warga negara Vietnam ditangkap di Sidoarjo dan Badung, Bali, karena menjalankan jaringan penipuan telepon yang menargetkan korban di negara asal mereka sendiri.

Operasi gabungan melibatkan Polri, Bea Cukai, dan Keimigrasian Surabaya. Penangkapan pertama dilakukan di kawasan Entalsewu, Buduran, Sidoarjo, pada Selasa lalu. Pengembangan kemudian membawa petugas ke sebuah vila di Badung, Bali, tempat seluruh anggota kelompok akhirnya diamankan.

Kapolres Sidoarjo, AKBP Bobby Adimas Candra Putra, S.H., S.I.K., M.Si. mengungkapkan,,”Pelaku berusia 19 hingga 32 tahun dan semuanya adalah warga negara Vietnam. Mereka mendirikan markas operasi di Indonesia dengan tujuan menghindari penegakan hukum di negara asalnya sambil terus menipu korban dari jarak jauh,,’Ujarnya saat konferensi pers di Makopolresta Sidoarjo, Rabu. (28/10/206)

AKBP Bobby Adimas Candra Putra menjelaskan,,’Modus operandi pelaku sangat terorganisir. Mereka menelepon warga Vietnam dan mengaku sebagai petugas departemen registrasi. Dengan nada meyakinkan, pelaku menawarkan layanan terkait kebijakan emisi kendaraan bermotor yang memerlukan pembayaran biaya tertentu.

Baca juga

http://3 Orang Pengeroyokan Terciduk Satreskrim Polresta Sidoarjo, Diduga Kasus Kekerasan Remaja.

Korban yang percaya kemudian mentransfer uang. Setelah pembayaran dilakukan, layanan yang dijanjikan tidak pernah terlaksana. Korban menyadari telah ditipu dan melapor ke Kepolisian Vietnam, yang kemudian berkoordinasi dengan pihak berwenang di Indonesia.

Sindikat Penipuan Lintas
Sindikat penipuan telepon lintas negara yang beroperasi dari Indonesia, menipu warga Vietnam melalui modus menyamar sebagai petugas departemen, dibongkar di Sidoarjo dan Badung.

Kejahatan ini berlangsung selama empat bulan, dari Maret hingga Juli 2026. Laporan korban yang masuk memicu penyelidikan lintas negara yang akhirnya berbuah penangkapan di dua lokasi berbeda di Indonesia.,”Jelasnya

Peralatan yang digunakan dan diamankan :

  • 20 unit ponsel berbagai merek untuk menelepon korban
  • 7 unit laptop untuk mengelola data dan komunikasi
  • Perangkat CCTV untuk keamanan markas operasi
  • Dokumen identitas dan perjanjian sewa tempat tinggal

Hot news

Polisi Jogo Sekolah Diluncurkan Kawal Keamanan Pendidikan

Pemilihan Indonesia sebagai basis operasi bukan kebetulan. Pelaku berusaha memisahkan lokasi penjahat, korban, dan aparat penegak hukum agar sulit dilacak. Namun kerja sama internasional dan antarlembaga terbukti mampu menembus hambatan tersebut.

Tersangka menghadapi tiga tuduhan sekaligus: pelanggaran keimigrasian, penyalahgunaan teknologi informasi, dan penipuan sesuai KUHP. Kombinasi pasal ini menunjukkan betapa seriusnya dampak aktivitas mereka.

Cara melindungi diri dari modus serupa :

  • Jangan percaya panggilan mengaku petugas yang meminta uang
  • Verifikasi nomor telepon resmi lewat saluran resmi instansi
  • Jangan pernah kirim uang atas permintaan lewat telepon
  • Laporkan ke pihak berwenang jika menerima panggilan mencurigakan

Kejahatan daring dan penipuan telepon kian canggih dan melintasi batas negara. Kasus ini membuktikan bahwa pelaku tidak akan selalu aman meski beroperasi dari luar yurisdiksi korban. Namun bagi kita semua, pertahanan terbaik tetap ada di tangan masing-masing: waspada, verifikasi, dan jangan mudah percaya permintaan pembayaran mendesak lewat telepon. Satu langkah pencegahan lebih baik daripada kerugian yang sulit dikembalikan.

(Akbar / Humas)

IMG-20260327-WA0038